Home / Artikel

Senin, 11 Agustus 2025 - 11:40 WIB

WR SUPRATMAN TAK IKUT MERDEKA NYARIS MATI DALAM PENJARA DAN HIDUP NESTAPA 

koransakti - Penulis

Oleh:DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Wage Rudolf Supratman dan Indonesia itu tak boleh dipisahkan. Dia berjuang bukan mati matian. Dia berjuang untuk Indonesia sampai mati. Dia tidak ikut merdeka. Raganya berkalang tanah sebelum Sukarno Hatta mengucapkan proklamasi 80 tahun lalu. Dia mati muda dalam hidup yang penuh nestapa tahun 1938

Usianya baru 35 tahun dan masih lajang. Hidup dalam bayang bayang kengerian dan ketakutan. Dikejar kejar Intel mancung dari Jakarta – Bandung – Pemalang sampai tak berdaya di Surabaya.

Dia berjuang melawan penjajah Belanda bukan dengan moncong senjata. Hanya deretan nada dan setumpuk berita. Dua profesi dijalaninya dalam satu rentang zaman. Sastrawan dan wartawan. Kedua profesi itu menyatu dalam sebuah kebersamaan, menjadi senjata yang ampuh. Ibaratnya panah Pasopati dan busur Gandiwa yang digunakan Arjuna dalam perang Bharatayuda.

Senjata sakti itu yang berhasil melumpuhkan musuh musuh antara lain Jayadrata dan Dipati Karna dari Kurawa.

Ada dua versi tentang waktu dan tempat kelahiran WR Supratman.

Dalam catatan negara,ia lahir tanggal 19 Maret 1903 di Cornelis Street Jatinegara Jakarta.

Sedang putusan pengadilan negri Purworejo (2008) ia lahir tanggal 29 Maret 1903 di dukuh Tembelang desa Sumongari kecamatan Katigening kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Menurut literasi lain dalam usia 6 tahun ayahnya sersan Knil Djoemeno Senen Soehardjo dipindah tugas dari Purworejo ke Betawi,(Jakarta). Kemungkinan ayahnya yang mencatatkan tempat kelahiran di Jatinegara Jakarta.

Sampai sekarang kontroversi itu belum terpecahkan. Tapi barangkali, sekarang isu itu bukan lagi hal yang harus kita perdebatkan. Itu hal biasa dalam sejarah. Sejarah itu kan cuma catatan tentang katanya, katanya.

Baca juga :   Gedung Groundbreaking Kecamatan Baleendah Resmi Dibangun 

Dalam usia 11 tahun (1914) Wage ikut kakak tertuanya Rukijem Supratiyah ke Makasar. Rukijem menikah dengan pria Belanda bernama EM Van Eldik.

Di Makasar Wage sekolah Tweede class (Sekolah kelas dua). Kakak iparnya Van Eldik menambahkan kata Rudolf dalam namanya agar bisa masuk sekolah itu.

Wage juga sekolah Normal school (Sekolah Pendidikan Guru) dan pernah mengajar selama 2 tahun. Ketertarikan pada seni suara mengikuti kakaknya Rukijem yang senang nyanyi dan main sandiwara. Rupanya sang kakak ipar juga mendukungnya. Ketika Wage ulang tahun ke 17, diberinya kado sebuah gitar. Dengan gitar itu WR Supratman mencipta banyak lagu lagi. Salah satunya lagu Indonesia (Raya).

Tahun 1924 dia pulang ke Jawa dan menjadi wartawan koran Kaoem Moeda di Bandung.

Setahun jadi wartawan di Bandung ia sempat bertemu bung Karno yang sedang memimpin perjuangan bangsa menuju kemerdekaan.

Konon bung Karno yang meminta Wage ikut berjuang untuk kemerdekaan Kehidupannya sebagai wartawan di Bandung sangat sederhana. Terkesan sengsara. Tinggal di rumah kontrakan sempit terbuat dari bilik dan bambu. Pakaiannya boleh beli di pasar loak.

Tahun 1925 pindah ke Jakarta dan menjadi wartawan koran Sin Po.

Tulisan tulisannya tajam menjewer telinga Intel Intel Belanda.

Lagu Indonesia Raya ia ciptakan tahun 1924 ketika masih di Bandung.

Dalam kongres pemuda 28 Oktober 1928 lagu itu untuk pertama kali diperdengarkan di depan umum.

Wage hadir dalam kongres pemuda itu sebagai wartawan Sin Po untuk meliput. Tapi dia juga sebagai salah seorang peserta kongres. Ada kesepakatan, lagu ciptaannya (Indonesia Raya) diperdengarkan di dalem kongres.

Baca juga :   Walikota Bandung Buka Festival Kuliner dan Sentra Industri 

Wage maunya diperdengarkan dengan liriknya. Tapi ketua panitia kongres Soegondo merasa ngeri ngeri sedap kerena ada kata-kata merdeka dalam liriknya. Sementara disana banyak hadir pejabat Belanda dan seabreg intel.

Awalnya disepakati hanya instrumen saja Tapi peserta lain protes, ingin dengan liriknya.

Kesepakatan terahir oke dengan lirik tapi kata merdeka diganti dengan kata mulia.

Dan itulah yang terjadi.

Segitu juga sudah membuat gerah banyak pejabat Belanda yang hadir.

Dan sejak itulah Intel Intel mancung bekerja mengikuti gerak dan langkah Wage.

Pernah dipanggil dan diperiksa.Ia mulai sakit sakitan.

Merasa tidak aman ia lari ke Cimahi, bersembunyi di rumah ayahnya di Warung Contong.

Masih diusik usik juga, lari ke Pemalang Jawa Tengah. Di sana ada rumah kakaknya.

Terahir dia berhasil lari ke Surabaya. Tapi kegiatan mencipta lagu dan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara vulgar tak pernah berhenti.

Akhirnya dia ditangkap Belanda ketika sedang menyanyikan lagu Matahari Terbit di Radio Nirom kota Malang.Lalu dibawa dan dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya.

Tapi kesehatannya sudah sangat buruk. Katanya darah segar sering keluar dalam muntahnya.

Atas nama kemanusiaan, Belanda melepaskannya dari balik jeruji besi.

Tak lama bertahan, tanggal 17 Agustus 1938 Wage Rudolf Supratman menghembuskan nafas pamungkas.

Inalillahi wa innailaihi rojiun.

Ini , satu pesan di akhir nafasnya :

“Nasib saya sudah begini. Inilah yang dikehendaki Belanda. Biarlah saya mati. Saya ikhlas”.

Untuk semua jasa jasanya itu Alhamdulillah tahun 1971 , pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan nasional kepada Wage Rudolf Supratman.

Dirgahayu 80 tahun NKRI.***

Berita ini 95 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Gaji Guru Tertinggi 2026, Indonesia di Posisi Berapa?

Artikel

Lazisnu Katapang Akselerasikan Program Koin NU
KESEPAKATAN MEJA BUNDAR DIKHIANATI BARENG BARENG INDONESIA BELANDA

Artikel

KESEPAKATAN MEJA BUNDAR DIKHIANATI BARENG BARENG INDONESIA BELANDA

Artikel

BUAH KHULDI TAK SEKELAS GEDONG GINCU ALA INDRAMAYU 

Artikel

10 Rekomendasi Drama Korea Fantasi yang Wajib Anda Tonton
Review & Cara Dapat Uang dari Fizzo Novel 2025: Baca Cerita, Cair ke DANA (Terbukti Membayar)

Artikel

Review Fizzo Novel 2026: Hobi Baca Cerita Cinta & Horor, Dibayar Saldo DANA (Cuan Paling Santai!)
Review Honeygain 2026: Ubah Sisa Kuota WiFi Jadi Dollar, Cuan Sambil Tidur (Passive Income)

Artikel

Review Honeygain 2026: Ubah Sisa Kuota WiFi Jadi Dollar, Cuan Sambil Tidur (Passive Income)

Artikel

Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia 2025: US$ 5 Miliar