Home / Internasional / Lingkungan / Sains

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 02:13 WIB

Selamatkan Burung Langka, Drone Jatuhkan Jutaan Nyamuk di Hutan Hawaii

koransakti - Penulis

A biodegradable pod carrying around 1,000 mosquitoes is dropped from a drone. Adam Knox/American Bird Conservancy

A biodegradable pod carrying around 1,000 mosquitoes is dropped from a drone. Adam Knox/American Bird Conservancy

HAWAII, AS – Sebuah pemandangan aneh terjadi di hutan-hutan Hawaii. Drone terbang rendah dan menjatuhkan ribuan pod biodegradable. Masing-masing pod berisi sekitar 1.000 ekor nyamuk. Ini bukan adegan dari film fiksi ilmiah, melainkan sebuah misi penyelamatan ambisius.

Misi unik ini bertujuan untuk menyelamatkan populasi burung asli Hawaii yang berada di ambang kepunahan. Para ilmuwan menggunakan nyamuk sebagai “senjata” untuk melawan nyamuk lain yang lebih berbahaya.

Ancaman Malaria Burung yang Mematikan

Burung-burung asli Hawaii, terutama jenis honeycreeper yang langka, menghadapi musuh mematikan. Musuh itu adalah malaria burung (avian malaria). Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk invasif yang pertama kali tiba di Hawaii pada tahun 1826.

Burung-burung endemik di sana tidak memiliki kekebalan alami terhadap penyakit ini. Akibatnya, wabah malaria burung telah memusnahkan banyak spesies. Dari lebih dari 50 spesies honeycreeper, kini hanya tersisa 17.

Baca juga :   Mungkinkah Manusia Membangun Peradaban Permanen di Bulan?

Perubahan iklim memperburuk situasi. Suhu yang lebih hangat memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak di dataran tinggi. Padahal, dataran tinggi sebelumnya menjadi benteng terakhir bagi burung-burung ini.

Solusi Unik: Teknik Serangga Mandul (IIT)

Untuk mengatasi masalah ini, para konservasionis menggunakan metode canggih bernama Incompatible Insect Technique (IIT). Mereka membiakkan jutaan nyamuk jantan di laboratorium. Nyamuk jantan ini tidak menggigit.

Para ilmuwan kemudian menginfeksi nyamuk jantan ini dengan bakteri umum bernama Wolbachia. Ketika nyamuk jantan hasil lab ini kawin dengan nyamuk betina di alam liar, telur yang dihasilkan tidak akan menetas.

“Kami mencoba melepaskan nyamuk Wolbachia 10 kali lebih banyak dari jumlah nyamuk di alam liar,” kata Dr. Chris Farmer dari American Bird Conservancy. Tujuannya adalah untuk menekan populasi nyamuk liar secara drastis dari waktu ke waktu.

Baca juga :   Sejarah Baru! Lucas Pinheiro Braathen Persembahkan Emas Olimpiade Musim Dingin Pertama untuk Brasil

Drone Menjadi Ujung Tombak Misi

Proyek bernama “Birds, Not Mosquitoes” ini melepaskan sekitar 500.000 nyamuk per minggu di Pulau Maui dan 500.000 lagi di Pulau Kauai. Awalnya mereka menggunakan helikopter, namun medannya sangat sulit.

Sejak Juni 2025, tim mulai menggunakan drone. Penggunaan drone terbukti lebih murah, lebih aman, dan lebih fleksibel untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Ini adalah penggunaan pertama teknologi IIT untuk tujuan konservasi di dunia.

Para ilmuwan berharap proyek ini akan berhasil. Jika populasi nyamuk liar bisa dikendalikan, burung-burung langka seperti ‘akikiki yang kini hanya ada di penangkaran, bisa kembali dilepaskan ke habitat aslinya. Proyek ini menjadi harapan terakhir untuk menyelamatkan warisan ekologis Hawaii yang tak ternilai.

Berita ini 64 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jambi

Selaku Plh. Dansatgas, Danrem 042/Gapu pimpin Rakor Karhutla Provinsi Jambi,Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan
Pesta Bola Terbesar Dimulai! Daftar Lengkap 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026 dan Pembagian Grup A-L

Internasional

Daftar Lengkap 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026 dan Pembagian Grup A-L
Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein "Membohongi" Otak Anda

Fakta Unik

Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein “Membohongi” Otak Anda
Drama Menit Akhir di Al Awwal Park: Al Nassr Amankan Takhta Tanpa Sang Kapten

Internasional

Drama Menit Akhir di Al Awwal Park: Al Nassr Amankan Takhta Tanpa Sang Kapten

Cuaca

BMKG: Sepekan ke Depan, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di RI
Pojok Sains: Kenapa Suara Kita Terdengar 'Aneh' & Beda Saat Direkam? (Ini Alasannya)

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Suara Kita Terdengar ‘Aneh’ & Beda Saat Direkam? (Ini Alasannya)

Internasional

Presiden Prabowo dan Pangeran MBS Tandatangani Minutes of Meeting Dewan Koordinasi Tertinggi Indonesia–Arab Saudi

Gaya Hidup

Mengapa Perempuan Memiliki Umur Lebih Panjang daripada Laki-Laki? Ini Penjelasan Ilmiahnya