Home / Internasional / Konflik / Pemerintahan / Politik / Teknologi

Minggu, 7 September 2025 - 12:19 WIB

Rusia Perketat Kontrol Internet: Batasi WhatsApp, Paksa Instal Aplikasi ‘Max’

koransakti - Penulis

Presiden Rusia Vladimir Putin. Selama lebih dari satu dekade, pemerintahannya terus mengeluarkan kebijakan untuk membawa internet di bawah kendali negara. (Foto: Mikhail Svetlov/Getty Images)

Presiden Rusia Vladimir Putin. Selama lebih dari satu dekade, pemerintahannya terus mengeluarkan kebijakan untuk membawa internet di bawah kendali negara. (Foto: Mikhail Svetlov/Getty Images)

MOSKWA, RUSIA (KORANSAKTI) – Pemerintah Rusia semakin memperketat cengkeramannya atas internet. Jutaan warga kini menghadapi kesulitan mengakses aplikasi populer seperti WhatsApp dan Telegram. Pembatasan ini bertepatan dengan peluncuran gencar aplikasi “super” buatan dalam negeri bernama Max.

Langkah ini dilihat oleh para ahli sebagai upaya Kremlin untuk meningkatkan pengawasan dan sensor terhadap warganya. Kondisi ini diperparah dengan pemadaman internet seluler yang semakin meluas di berbagai wilayah.

Menargetkan WhatsApp dan Telegram

Pada pertengahan Agustus lalu, regulator media Rusia, Roskomnadzor, mulai membatasi fungsi panggilan suara di WhatsApp dan Telegram. Padahal, kedua aplikasi ini sangat vital bagi kehidupan sehari-hari warga Rusia, dengan total pengguna mencapai lebih dari 180 juta.

Pemerintah berdalih langkah ini diambil karena kedua aplikasi menolak menyimpan data pengguna Rusia di dalam negeri. Namun, banyak warga dan pakar telekomunikasi meyakini alasan sebenarnya adalah untuk memata-matai. Kedua aplikasi tersebut memiliki enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) yang membuat percakapan tidak bisa disadap.

Baca juga :   Wako Alfin, SH dan Wawako Azhar Hamzah Lakukan Sidak di RSUD Mayjend H.A. Thalib

“Pihak berwenang tidak ingin kita, rakyat biasa, memelihara hubungan atau dukungan apa pun. Mereka ingin semua orang duduk diam di sudutnya masing-masing,” kata Marina, seorang warga Rusia, kepada BBC.

Max: ‘Super-App’ Wajib di Bawah Kendali Negara

Di tengah pembatasan aplikasi asing, aplikasi baru bernama Max dipromosikan secara agresif. Aplikasi ini dikembangkan oleh VK, perusahaan teknologi yang dikendalikan oleh entitas yang dekat dengan Kremlin. Mulai 1 September, semua perangkat yang dijual di Rusia wajib memiliki aplikasi Max yang sudah terinstal.

Max dirancang untuk menjadi “super-app” seperti WeChat di Tiongkok, yang mengintegrasikan berbagai layanan mulai dari perpesanan, perbankan, hingga layanan pemerintah. Namun, kebijakan privasinya menyatakan bahwa Max dapat menyerahkan data pengguna kepada badan pemerintah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar akan privasi dan keamanan data warga.

Baca juga :   Malam Lepas Sambut Kapolres Kerinci Bersama Pemkot Sungai Penuh

Pemadaman Internet Seluler Meluas

Selain pembatasan aplikasi, warga Rusia juga semakin terbiasa dengan pemadaman internet seluler. Sejak Mei, setiap wilayah di Rusia telah mengalami pemadaman. Pemerintah beralasan pemadaman ini diperlukan untuk melindungi infrastruktur dari serangan drone Ukraina.

Namun, para ahli meragukan efektivitas langkah tersebut. Dampaknya justru sangat terasa bagi warga. Mereka kesulitan memeriksa rute bus, tarif taksi online melonjak, dan para pekerja jarak jauh kehilangan pendapatan. Ironisnya, TV pemerintah di salah satu kota menyebut pemadaman ini sebagai “detoks digital”.

Pemerintah Rusia kini dilaporkan sedang menyiapkan skema agar saat pemadaman terjadi, hanya layanan-layanan vital yang bisa diakses, seperti perbankan, taksi, dan tentu saja, aplikasi Max.

Berita ini 34 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Politik

Ahmadi Zubir Kukuhkan Tim AZ-FER 5 Koto, Pesisir Bukit

Advetorial

Capaian Desa Mandiri di Kerinci Lampaui Target, Sahril Hayadi : Diharapkan Seluruh Desa Jadi Desa Mandiri

Pemerintahan

Gas Full, Wako Alfin Perjuangkan Dukungan Pusat Bagi Infrastruktur & Mutu Pendidikan Kota Sungai Penuh

Internasional

WHO Luncurkan Dasbor Baru untuk Pantau Ancaman Resistensi Antimikroba Global

Internasional

Klopp Naik Pitam Dikaitkan ke Real Madrid: “Itu Cuma Isu Tak Berdasar!”

Advetorial

Sekolah Lansia Tangguh Tanggo Batu Resmi di Launching

Advetorial

Sambangi Kementrian ATR/BPN, Walikota Usulkan Sungai Penuh Jadi PKW

Internasional

WHO Luncurkan Panduan Baru Atasi Krisis Kesehatan Mental di Tengah Bencana Global