Home / Otomotif / Teknologi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Mengapa Etanol dalam BBM Bisa Berdampak Buruk pada Mesin Kendaraan?

koransakti - Penulis

Ilustrasi (Foto: DetikOto)

Ilustrasi (Foto: DetikOto)

koransakti.co.id – Baru-baru ini, dua operator SPBU swasta, BP dan Vivo, membatalkan rencana pembelian bahan bakar (base fuel) dari Pertamina. Alasannya, hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan etanol sebesar 3,5 persen dalam produk tersebut.

Meskipun Pertamina mengklaim kadar tersebut masih di bawah ambang batas regulasi Kementerian ESDM, pembatalan ini memicu pertanyaan: apa sebenarnya pengaruh etanol pada mesin kendaraan bensin?

Ternyata, penggunaan etanol sebagai campuran BBM murni memiliki beberapa dampak negatif yang perlu diwaspadai oleh para pemilik kendaraan.

1. Mengurangi Jarak Tempuh (Lebih Boros)

Salah satu dampak utama yang paling terasa adalah penurunan efisiensi bahan bakar. Menurut Bell Performance, molekul etanol memiliki nilai energi yang lebih rendah dibandingkan molekul bensin murni.

Secara sederhana, jumlah energi yang dihasilkan dari setiap liter BBM campuran etanol lebih sedikit. Sebagai contoh, campuran E10 (10 persen etanol) dapat menurunkan nilai energi bahan bakar sebesar 3,5 hingga 5 persen, yang berarti kendaraan Anda akan menjadi sedikit lebih boros.

2. Berisiko Menyerap Air (Water Absorption)

Sifat alami etanol adalah sangat mudah menyerap air dari udara. Jika air terakumulasi di dalam tangki bahan bakar, ia akan mengendap di dasar tangki. Kehadiran air ini sangat berbahaya bagi komponen mesin karena dapat menyebabkan:

  • Korosi atau karat di dalam tangki dan saluran bahan bakar.
  • Penyumbatan filter bahan bakar.
  • Penurunan kualitas BBM secara keseluruhan.

3. Potensi Merusak Mesin (dengan Konsentrasi Tinggi)

Meskipun campuran etanol dalam jumlah kecil (seperti E10) umumnya masih aman untuk mesin modern, penggunaan konsentrasi yang lebih tinggi (di atas 15-20 persen) pada mesin yang tidak dirancang khusus untuk itu dapat menyebabkan kerusakan.

Mesin standar memerlukan penyesuaian untuk dapat membakar bahan bakar dengan kadar etanol tinggi secara efisien. Tanpa penyesuaian tersebut, risiko kerusakan komponen internal akan meningkat.

Meskipun memiliki beberapa dampak negatif, penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM juga terus dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

baca juga WHO Luncurkan Forum Uji Klinis Global, Indonesia Masuk Jajaran Anggota Pendiri – Koran Sakti

Berita ini 64 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Teknologi

Spotify Hadirkan Lencana Verifikasi untuk Bedakan Artis Manusia dan AI
Risih dengan Meta AI? Ini Cara Membungkam Asisten Virtual di Instagram, FB, & WhatsApp

Teknologi

Risih dengan Meta AI? Ini Cara Membungkam Asisten Virtual di Instagram, FB, & WhatsApp

Teknologi

5 AI Pembuat Gambar Terbaik 2025 (Cara Mengubah Teks Jadi Gambar Realistis)

Game

Review Formula Legends: Homage Sejarah F1 yang Menawan, tapi Penuh Duri
Balai Kementan Didorong Jadi Model BLU Peternakan yang Efisien dan Transparan

Bandung

Balai Kementan Didorong Jadi Model BLU Peternakan yang Efisien dan Transparan

Gadget

Realme 15 Pro Edisi Terbatas Game of Thrones Resmi Diumumkan, Panel Belakang Bisa Berubah Warna!
Huawei Resmi Rilis HarmonyOS 6 Beta: Bawa Asisten AI 'XiaoYi' dan Desain Baru

Android

Huawei Resmi Rilis HarmonyOS 6 Beta: Bawa Asisten AI ‘XiaoYi’ dan Desain Baru

Otomotif

Honda Scoopy Edisi Kuromi Resmi Meluncur, Tampil Stylish dengan Harga Rp 24 Jutaan