Home / Artikel

Selasa, 9 Desember 2025 - 05:54 WIB

Siapa Pembuat Surat Kabar Pertama di Dunia? Ini Sejarah yang Tak Banyak Diketahui Publik

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Dalam kehidupan modern, surat kabar menjadi bagian penting dari peradaban manusia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan panjang media cetak dimulai dari seorang pria yang gagasannya mengubah cara manusia menyebarkan informasi. Ia adalah Johann Carolus, sosok yang tercatat sebagai pembuat surat kabar pertama di dunia.

Dari Tukang Salin Naskah menjadi Perintis Media

Johann Carolus lahir di Jerman pada tahun 1575. Sebelum mengukir sejarah, ia bekerja sebagai scribbler atau penyalin naskah informasi yang berasal dari kerajaan, pedagang, dan pelaut. Ia kemudian menyadari bahwa permintaan informasi terus meningkat, namun sistem penyebarannya masih sangat lambat.

Melihat kebutuhan itu, lahirlah ide besar: mencetak berita dalam bentuk lembaran berkala agar dapat di sebarkan lebih cepat dan lebih banyak.

“Relation”: Surat Kabar Pertama di Dunia

Pada tahun 1605, Carolus menerbitkan koran berjudul “Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien”, yang dalam bahasa modern berarti “Kumpulan Informasi Penting dan Bersejarah”. Terbit secara rutin di kota Strasbourg, koran ini memuat:

Baca juga :   DPRD Bersama Pemkot Sungai Penuh Ziarah Makam Fauzi Siin.

• Informasi politik Eropa

• Perdagangan internasional

• Perjalanan dan kabar dari berbagai kerajaan

• Peristiwa-peristiwa penting

Inilah yang kemudian diakui sebagai surat kabar pertama yang di cetak secara komersial di dunia.

Mengapa Surat Kabar Carolus Dianggap yang Pertama?

Sejarawan media menetapkan “Relation” sebagai surat kabar pertama karena memenuhi tiga unsur utama:

• Dicetak dengan mesin, bukan tulisan tangan

• Terbit berkala, bukan sekali-sekali

• Dijual untuk publik, bukan untuk kelompok terbatas

Dengan tiga kriteria itu, “Relation” menjadi cikal bakal seluruh industri pers modern.

Menyebar ke Eropa, Lalu ke Dunia

Setelah ide Carolus muncul, berbagai negara Eropa mulai mengikuti jejaknya. Diantaranya:

• Belanda, dengan Courante uyt Italien, Duytslandt &c (1618)

• Inggris, dengan The London Gazette (1665)

Baca juga :   ABDULLAH BIN UMAR KENYANG PERANG DAN INGIN HIDUP TENANG.

• Amerika, dengan Publick Occurrences (1690)

Dari sinilah, industri surat kabar berkembang pesat hingga akhirnya melahirkan ribuan media di seluruh dunia.

Menembus Abad Digital

Meski kini dunia telah memasuki era internet, konsep dasar yang di ciptakan Johann Carolus tetap hidup: memberikan informasi akurat dan teratur kepada publik.

Banyak surat kabar berusia ratusan tahun masih bertahan hingga hari ini, bertransformasi ke media online dan bersaing dalam ruang digital.

Johann Carolus bukan hanya pembuat surat kabar pertama, tetapi juga seorang revolusioner yang membuat informasi lebih demokratis dan terjangkau bagi masyarakat.

Dari lembaran kertas sederhana di tahun 1605, kini dunia mengenal ribuan portal berita termasuk media digital seperti koransakti.co.id yang terus melanjutkan semangat awal penyebaran informasi.**

Baca juga: Sejarah Tercipta! Negara Berpenduduk 550 Ribu Jiwa, Tanjung Verde, Lolos ke Piala Dunia 2026

Berita ini 58 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Khasiat Pucuk Daun Jambu Biji untuk Kesehatan

Artikel

BAPAK LANTANG ANAK DITENDANG

Artikel

THOMAS SITEPU SPESIALIS DEMO SORANGAN WAE SEMPAT DIGEBUKIN PASPAMPRES 
Pojok Sains: Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? (Padahal Kalau Orang Lain yang Lakukan Geli Banget!)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? (Padahal Kalau Orang Lain yang Lakukan Geli Banget!)
Kenapa Air Kelapa Disebut "Isotonik Alami"? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Artikel

Kenapa Air Kelapa Disebut “Isotonik Alami”? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Artikel

HARI DHARMA SAMUDERA MEWARISKAN HEROISME JALASVEVA JAYAMAHE 

Artikel

Inovasi Muhammadiyah untuk Negeri: Akan produksi 15 juta cairan infus.

Artikel

Soal Isu Kipas Angin Rp 1,8 Triliun : Penting ada kejelasan ditengah efisiensi anggaran