koransakti.co.id – Ginjal sering disebut sebagai organ yang “pendiam”. Kerusakannya seringkali terjadi secara perlahan, tanpa rasa sakit yang dramatis di awal, hingga akhirnya mencapai tahap kronis yang fatal.
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) kini menjadi salah satu pembunuh senyap utama di Indonesia. Gaya hidup modern yang akrab dengan gula, garam, dan kurang minum air putih menjadi pemicu utamanya.
Namun, tubuh sebenarnya memberikan sinyal “SOS” saat organ penyaring racun ini mulai kewalahan. Kenali 7 ciri penurunan fungsi ginjal berikut ini agar Anda bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.
1. Perubahan Pola Buang Air Kecil (Nokturia)
Ginjal yang sehat mengatur produksi urine dengan presisi. Jika rusak:
Frekuensi: Anda sering terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil (Nokturia).
Fisik Urine: Urine berbusa (tanda kebocoran protein) atau berwarna gelap pekat seperti teh/kemerahan (tanda adanya darah).
2. Pembengkakan (Edema)
Ginjal bertugas membuang cairan berlebih. Saat gagal bekerja:
Cairan akan menumpuk di tubuh, menyebabkan pembengkakan yang terlihat jelas pada kaki, pergelangan kaki, dan wajah (terutama kelopak mata saat bangun tidur). Jangan anggap remeh jika kaki Anda bengkak padahal tidak habis berjalan jauh.
3. Mulut Terasa Logam & Bau Amonia
Ini adalah gejala khas yang sering mengecoh.
Penumpukan racun Urea dalam darah (Uremia) mempengaruhi indera perasa. Makanan terasa seperti logam dan napas berbau tidak sedap (seperti bau pesing/amonia). Hal ini seringkali membuat penderita kehilangan nafsu makan secara drastis.
4. Kulit Kering dan Gatal Ekstrem
Ginjal menjaga keseimbangan mineral dalam darah.
Ketidakseimbangan ini memicu reaksi pada kulit menjadi sangat kering, kasar, dan gatal yang tidak mempan digaruk. Gatal ini berasal dari dalam darah, bukan karena gigitan serangga.
5. Kelelahan Tanpa Sebab (Anemia)
Ginjal memproduksi hormon Eritropoietin yang memerintahkan tubuh membuat sel darah merah.
Ginjal Rusak = Hormon Turun = Anemia. Akibatnya, pasokan oksigen ke otak dan otot berkurang, membuat Anda mudah lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi meski sudah cukup tidur.
6. Mual dan Muntah
Akibat racun yang tidak terbuang, sistem pencernaan akan terganggu. Penderita sering merasa mual hebat, terutama di pagi hari, yang berujung pada penurunan berat badan yang tidak diinginkan.
7. Gangguan Tidur
Racun yang beredar di darah membuat tubuh sulit rileks. Penderita penyakit ginjal sering mengalami insomnia atau Sleep Apnea (henti napas sejenak saat tidur).
Faktor Risiko & Pencegahan
Siapa yang paling berisiko?
Penderita Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi).
Penderita Diabetes Melitus (Gula Darah Tinggi).
Perokok aktif dan pengkonsumsi alkohol.
Orang yang sering minum obat pereda nyeri (painkiller) jangka panjang tanpa resep dokter.
Langkah Pencegahan:
Minum Air Putih: Cukupi kebutuhan hidrasi harian.
Kontrol Tensi & Gula: Dua musuh utama ginjal.
Cek Lab Rutin: Lakukan tes urine dan darah (Kreatinin & GFR) setidaknya setahun sekali jika Anda berusia di atas 40 tahun.
Menjaga ginjal berarti menjaga kualitas hidup masa tua Anda. Jangan tunggu sampai harus cuci darah!
Baca juga:















