BREBES (KORANSAKTI) – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menggelar pelatihan khusus untuk para tenaga kesehatan di Kabupaten Brebes. Acara yang digelar pada Rabu (10/9/2025) ini bertujuan untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, UNDIP menggandeng seorang pakar kesehatan publik internasional, Prof. Charles Anawo Ameh, Ph.D., dari Liverpool School of Tropical Medicine, Inggris. Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kewaspadaan dan kapasitas dalam menangani kegawatdaruratan obstetri.
Brebes Jadi Fokus Utama
Ketua Pelaksana acara, Dr. dr. Ratnasari DC, M.Si., Med., Sp.O.G., mengungkapkan alasan mengapa Brebes menjadi lokasi pelatihan. Menurutnya, Brebes adalah daerah dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi di seluruh Jawa Tengah.
“Brebes adalah daerah dengan angka tertinggi kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah. Dengan upaya bersama, sudah hampir 50% angkanya turun di tahun ini,” tutur Dr. Ratna.
Ia menambahkan, FK UNDIP secara aktif menempatkan para peserta didik program spesialis (PPDS) di RSUD Brebes. Mereka bertugas untuk membantu meningkatkan keterampilan klinis dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Simulasi Penanganan Kasus Darurat
Pelatihan ini melibatkan dokter umum, bidan, hingga sopir ambulans dari berbagai Puskesmas di Brebes. Mereka dibagi menjadi beberapa tim untuk melakukan simulasi penanganan kasus darurat atau drill emergency.
Salah satu studi kasus yang diangkat adalah “Pertolongan pada Ibu dengan Pendarahan Pasca Melahirkan”. Ini adalah salah satu penyebab utama kematian ibu. Para peserta dilatih untuk melakukan deteksi dini, diagnosis cepat, penanganan awal, hingga proses rujukan yang komprehensif ke rumah sakit.
Pesan Pakar: Peran Semua Pihak
Prof. Charles Anawo Ameh dalam wawancaranya menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Menurutnya, untuk mencapai target global SDGs, angka kematian ibu harus ditekan hingga di bawah 70 kasus per 100.000 kelahiran.
Ia juga menyoroti pentingnya peran semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan.
- Masyarakat: Perlu meningkatkan kesadaran (awareness) akan kesehatan ibu hamil.
- Keluarga: Harus memberikan dukungan penuh kepada ibu hamil.
- Pemerintah: Wajib memastikan ketersediaan peralatan medis dan obat yang memadai.
“Ini adalah peran semua pihak, peran kita semua dan juga peran pemerintah,” pungkas Prof. Charles.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian UNDIP untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Brebes.














