Home / Artikel / Daerah / Kesehatan / Nasional / Pendidikan

Minggu, 14 September 2025 - 22:22 WIB

Tekan Angka Kematian Ibu Tertinggi di Jateng, FK UNDIP Gandeng Pakar dari Inggris Gelar Pelatihan di Brebes

koransakti - Penulis

Dokumentasi: Komunikasi Publik/UNDIP

Dokumentasi: Komunikasi Publik/UNDIP

BREBES (KORANSAKTI) – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menggelar pelatihan khusus untuk para tenaga kesehatan di Kabupaten Brebes. Acara yang digelar pada Rabu (10/9/2025) ini bertujuan untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi di wilayah tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, UNDIP menggandeng seorang pakar kesehatan publik internasional, Prof. Charles Anawo Ameh, Ph.D., dari Liverpool School of Tropical Medicine, Inggris. Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kewaspadaan dan kapasitas dalam menangani kegawatdaruratan obstetri.

 

Brebes Jadi Fokus Utama

Ketua Pelaksana acara, Dr. dr. Ratnasari DC, M.Si., Med., Sp.O.G., mengungkapkan alasan mengapa Brebes menjadi lokasi pelatihan. Menurutnya, Brebes adalah daerah dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi di seluruh Jawa Tengah.

“Brebes adalah daerah dengan angka tertinggi kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah. Dengan upaya bersama, sudah hampir 50% angkanya turun di tahun ini,” tutur Dr. Ratna.

Baca juga :   Wako Ahmadi Hadiri Peringatan Isra Mi'raj Bersama Masyarakat Tanah Kampung

Ia menambahkan, FK UNDIP secara aktif menempatkan para peserta didik program spesialis (PPDS) di RSUD Brebes. Mereka bertugas untuk membantu meningkatkan keterampilan klinis dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

 

Simulasi Penanganan Kasus Darurat

Pelatihan ini melibatkan dokter umum, bidan, hingga sopir ambulans dari berbagai Puskesmas di Brebes. Mereka dibagi menjadi beberapa tim untuk melakukan simulasi penanganan kasus darurat atau drill emergency.

Salah satu studi kasus yang diangkat adalah “Pertolongan pada Ibu dengan Pendarahan Pasca Melahirkan”. Ini adalah salah satu penyebab utama kematian ibu. Para peserta dilatih untuk melakukan deteksi dini, diagnosis cepat, penanganan awal, hingga proses rujukan yang komprehensif ke rumah sakit.

Baca juga :   HARI SAWIT INDONESIA YANG MENGGIGIT DAN YANG DIGIGIT

 

Pesan Pakar: Peran Semua Pihak

Prof. Charles Anawo Ameh dalam wawancaranya menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Menurutnya, untuk mencapai target global SDGs, angka kematian ibu harus ditekan hingga di bawah 70 kasus per 100.000 kelahiran.

Ia juga menyoroti pentingnya peran semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan.

  • Masyarakat: Perlu meningkatkan kesadaran (awareness) akan kesehatan ibu hamil.
  • Keluarga: Harus memberikan dukungan penuh kepada ibu hamil.
  • Pemerintah: Wajib memastikan ketersediaan peralatan medis dan obat yang memadai.

“Ini adalah peran semua pihak, peran kita semua dan juga peran pemerintah,” pungkas Prof. Charles.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian UNDIP untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Brebes.

Berita ini 53 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Ribuan Koperasi Desa di Nganjuk

Artikel

BUPATI DISERUDUK RAKYAT GARA GARA NAIKIN PAJAK
Besok Udah Senin Lagi! Luangkan 5 Menit Sore Ini Buat Cek 3 Bagian Motor Berikut Biar Besok Pagi Gak Mogok dan Telat Kerja

Artikel

Besok Udah Senin Lagi! Luangkan 5 Menit Sore Ini Buat Cek 3 Bagian Motor Berikut Biar Besok Pagi Gak Mogok dan Telat Kerja

Sungai Penuh

Safari Jumat di Desa Pedung Hiang, Wako Alfin Serahkan Bantuan

Advetorial

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Ikuti Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke- 79

Advetorial

Wako Ahmadi Safari Ramadhan dan Lantik Pengurus MUI LPTKI & LPHI Kec.Sungai Bungkal

Advetorial

DPRD Kota Sungai penuh Gelar Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Wakil Ketua dan PAW Anggota DPRD

Advetorial

Bupati Kerinci Adirozal Buka Secara Resmi Jambore PKK Tingkat Kabupaten Kerinci Tahun 2022