Home / Artikel

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:54 WIB

KISAH PANGERAN TRENGGONO MENGUSIR PORTUGIS DARI SUNDA KALAPA 

koransakti - Penulis

Oleh : DEDI ASIKIN

Koransakti.co.id- Sultan atau pangeran Tenggono raja ke tiga kerajaan Islam Demak. Dia yang bertahta dua kali (1505-1513 dan 1521-1646) berhasil mengusir Portugis dari Sunda kelapa. Sikap politiknya setelah ikut mengakhiri kejayaan kerajaan Hindu Majapahit, sukses pula mengusir tentara Portugis dari Sunda kelapa,(Jakarta).

Waktu itu Portugis mendapat izin dari raja Pajajaran (prabu Siliwangi) untuk menduduki Sunda kelapa. Sikap politik Sultan Tenggono yang anti kolonialisme dan penindasan suatu bangsa atas bangsa lain menyebabkan dia menyerang Portugis ke Batavia (Jakarta).

Sebagai panglima perang, tahun 1527, Fatahillah atau di kenal juga dengan nama Paletehan menyatukan tiga pasukan yaitu Demak, Cirebon dan Banten untuk menyerang Sunda kelapa dan berhasil membuat Portugis hengkang dari sana.

Baca juga :   PUKUL DAN RANGKUL GAYA ALLAH MENGHADAPI BANI ISRAEL 

Setelah itu Sunda Kelapa berubah nama menjadi Jayakarta cikal bakal nama Jakarta yang sekarang kita kenal. Trenggono yang juga di kenal dengan nama pangeran Nurullah dan merupakan seorang dari sembilan wali (Wali songo), pergi ke Cirebon, mendirikan pondok pesantren dan kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Penerus Sunan Gunung Jati adalah anak cucu dan murid muridnya yang kemudian menyebar ke berbagai tempat bahkan sampai luar Cirebon. Salah satunya kiyai Mukhoyim.

Baca juga :   BAHLIL, MENTERI RASA PRESIDEN 

Kiyai itu sejatinya keluarga dekat Sultan Kanoman. Ketika Belanda menguasai kesultanan dan Mukhoyim tidak suka Politik kiyainya tumbuh di situ. Lalu ia hengkang meninggalkan kesultanan.

Bersama murid muridnya akhirnya sampai ke Buntet sebuah desa di kecamatan Astana kecamatan Astanajapura sebelah timur kabupaten Cirebon dan mendirikan pesantren yang sekarang menjadi pesantren besar dan telah melahirkan banyak kiyai dan pesantren seperti Benda Kerep dll

Salah satu tokoh Nasional yang lahir di sana adalah Prof Agil Siradj yang sempat jadi Ketum PBNU.

Pangeran trenggono wafat ketika sedang memimpin perang melawan kerajaan Pamanukan pada tahun 1546.

Berita ini 45 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Waspadai Sejak Dini! Ini Tanda Awal Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan

Artikel

Mengapa Aroma Hujan di Tanah Kering Begitu Khas dan Menenangkan? Ini Jawabannya

Artikel

Laptop Lemot Bikin Emosi? Ini Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya

Artikel

KEMBALI KE LAUT

Artikel

NYUNAT ANGGARAN PENDIDIKAN, LANGGAR KONSTITUSI

Artikel

Mengenal Sosok Prof. DR. Muhammad, M.Ag, Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030

Artikel

Gibraltar Kawasan Wisata Ikonik di Pintu Masuk Laut Mediterania

Artikel

BABASAN ( SUNDA) NASIBMU KINI REGENERASI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL YANG TERSENDAT