Home / Artikel

Minggu, 10 November 2024 - 21:42 WIB

KORUPSI MENGGURITA DARI KOTA SAMPAI DESA

koransakti - Penulis

Oleh : PUTRA ASIKIN

Koran Sakti.co.id, Bandung- Banyak orang tertawain Prabowo. Itu terjadi ketika presiden 08 itu berkoar akan memberantas korupsi sampai ke akar akarnya. Sampai zero corruption di negeri ini.

Orang orang tidak yakin upaya itu akan berhasil. Korupsi itu sudah menggurita kian kemari, dari kota sampai ke desa. Ibarat air bengawan Solo, mengalir sampe jauh, akhirnya ke laut.

Saya gak sampai ngetawain, sih.

Saya cuma menulis ( bbrp hari lalu) dengan judul, “Prabowo awas overloads”.

Saya khawatir dia ibarat truk trailer yang membawa puluhan ton batubara. Kalau lewat tanjakan dan belokan ekstrem Sitinjau Aluik , jalur Padang Jambi. Itu trailer tak mampu naik, malah mundur dan masuk jurang.

Pemerintah Prabowo Gibran terlalu banyak program, kebanyakan umbar janji.

Tak sadar anggaran kurang tidak mendukung. Pun demikian dengan sumber daya manusia. Kabinet merah putih memang telah bertambah, mendekati kabinet 100 menteri, tapi kehandalannya fisik dan mental belum teruji.

Saya juga khawatir dengan kondisi fisik dan kesehatan mas presiden sendiri.

Baca juga :   Tinggal 4 Hari Lagi! Kenapa Sih Valentine Harus Kasih "Coklat"? Ternyata Ini Bukan Tradisi Romantis Kuno, Tapi Ulah Pedagang Pintar!

Korupsi itu sudah menjalar sampai ke desa desa mas presiden. Bahkan sampai RT dan RW.

Duit BLT dan beras bansos juga disunat.

Jadi membasmi korupsi itu bukan perkara enteng surenteng, simsalabim abrakadabra.

Menurut KPK sejak ada dana desa 2015 sampai 2024 aparat anti rusiah yang superbody itu sudah menangani 980 kasus korupsi di desa, melibatkan kades dan perangkat desa.

Bahkan di Pamekasan bupati dan Kepala Kejaksaan tersenggol korupsi ( suap) kades.

Mereka akhirnya sama sama pak Kades terpaksa memakai rompi oren.

Ceritanya ketika perkara terbongkar, pak Kades berlindung kepada Bupati dan Kajari. Chien Rp.250 juta (masing masing) diletakan di meja kedua pejabat itu dan tidak ada upaya menolak. Belakangan kasus itu ditangani KPK dan kedua pejabat daerah itu kena OTT.

Masuklah ketiganya ke dalam jeruji besi.

ICW ( Indonesian Corruption Watch) mencatat sejak 2015-2023) ada 791 kasus korupsi dengan jumlah pelaku 1.650 orang.

Menurut hasil kajian ICW, modus modus korupsi di desa antara lain :

Baca juga :   Pelantikan Ketua dan Pengurus Apdesi Kota Sungai Penuh

– Penggelembungan harga atau markup,

– proyek fiktif,

– Volume tak sesuai bestek,

– Laporan palsu dan

– penggelapan.

Masih menurut ICW kenapa korupsi bisa marak di desa :

– Minim pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Pembangunan termasuk tentang dana desa,

– Badan Musyawarah Desa (BPD) belum berfungsi secara optimal,

– Kurang pengawasan termasuk dari media,

– Keterbatasan informasi,

– Belum siap mengelola dana desa,

– Minim pengetahuan hukum.

ICW juga menawarkan solusi menghilangkan atau setidaknya mengurangi korupsi di tingkat desa:

– Membangun integritas nilai nilai anti korupsi,

– Memperbaiki tata kelola desa yang berintegritas sesuai buku Panduan Desa Anti Korupsi,

– Membangun dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam pembangunan,

– Memberikan pendidikan hukum kepada para kades dan perangkat desa serta masyarakat.

Selamat bekerja bapak presiden 08.

Hati hati jangan sampe ” kaseglong” , kata teman saya al ustadz KH Engkos Kosasih. ***

Berita ini 151 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

KEPULAUAN SEBERANG ITU SEKARANG BERNAMA INDONESIA 
Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Artikel

DARI RENGASDENGKLOK MENUJU PINTU GERBANG 

Artikel

KERTAJATI NASIBMU KINI

Artikel

DEDI MULYADI TIPE PEMIMPIN GADO GADO

Artikel

Panduan Lengkap untuk Pemilik Baru: Arti Semua Tombol di Mitsubishi Xpander Cross

Artikel

MISTERI SUPERSEMAR 
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Artikel

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!