koransakti.co.id – Seberapa sering Anda membuang struk belanja dari Alfamart, Indomaret, atau Supermarket ke tempat sampah? Mulai hari ini, hentikan kebiasaan itu.
Bagi pengguna Snapcart, struk belanja itu adalah uang tunai yang tertunda.
Di tahun 2026, aplikasi karya anak bangsa ini masih menjadi primadona bagi mereka yang ingin mendapatkan cashback dari aktivitas belanja harian. Bagaimana cara kerjanya?
Ubah Sampah Jadi Rupiah
Snapcart bekerjasama dengan brand-brand besar untuk meriset kebiasaan belanja orang Indonesia. Sebagai imbalannya, mereka membayar data dari struk Anda.
1. Foto Struk (Snap Receipt)
Ketentuan: Struk harus asli, fisik (kertas), dan tidak lebih lama dari 3 hari sejak tanggal pembelian.
Nilai: Semakin mahal total belanjaan Anda, semakin besar koin yang didapat.
Belanja Rp 1 – Rp 50.000 = Poin Standar.
Belanja > Rp 1.000.000 = Poin Maksimal (Super).
2. Main Game (Snaptastic) Koin yang terkumpul bisa digunakan untuk memutar roda keberuntungan (Snaptastic). Di sinilah Anda bisa memenangkan hadiah uang tunai langsung (Cashback) mulai dari recehan hingga jutaan rupiah.
3. Isi Survei Seringkali muncul survei singkat tentang produk yang Anda beli. Bayarannya cukup besar dibandingkan sekadar foto struk.
Tips Agar Struk Diterima
Banyak pengguna pemula gagal karena foto buram. Pastikan:
Nama toko, tanggal, dan daftar barang terlihat jelas.
Struk tidak lecek/kotor.
Satu struk hanya boleh difoto satu kali.
Metode Penarikan
Saldo Cashback (bukan Koin) yang terkumpul bisa ditarik ke berbagai rekening dan E-Wallet:
Bank Transfer: BCA, Mandiri, BRI, dll.
E-Wallet: DANA, GoPay, OVO, ShopeePay.
Minimal Withdraw: Biasanya mulai dari Rp 10.300 (termasuk biaya admin).
Kesimpulan
Snapcart tidak akan membuat Anda kaya raya, tapi ini adalah cara cerdas untuk “mengembalikan” sedikit uang belanja Anda. Daripada struk memenuhi dompet lalu jadi sampah, lebih baik di-scan 5 detik untuk jadi tabungan DANA.















