DEDI ASIKIN
Koransakti.co.id- Hampir pasti semua orang tidak menghendaki kondisi pondok pesantren terus menerus merana seperti keadaanya sekarang, hidup susah, mati tak hendak, seperti yang kami temui selama hampir sebulan NO’ONG KOBONG sekitar 40 pondok di Jawa Barat dan Jakarta. 90 persen memprihatinkan
Kobong ysng terbuat dari kayu dan bambu sudah reyot, di huni santri berdempetan kaya ikan tuna dalam kaleng sarden.
Dari sudut pandang kami kalaupun mereka masih bertahan, itu kerena upaya mereka mencari cara untuk tetap bisa hidup.
Istilah KH Syaeful Uyun pemimpin pondok pesantren Miftahul Huda Al Musri di Ciranjang kabupaten Cianjur, kami harus bisa ngaji dan ngejo.
KH Miftahul Huda kebetulan memiliki lahan sawah seluas 4 hektar ysng mengelilingi pondok.
Sawah itu di manfaatkan dengan tanaman padi. Lumayan hasilnya ada sekitar 16 ton gabah setiap panen (6 bulanan) juga berternak sapi dan domba.
Dari sapi di peroleh susu untuk perbaikan gizi. Kotorannya di olah menjadi biogas dari pupuk.
Selain punya usaha peternakan dan perikanan,pondok juga ada industri bata dan batagor, pabrik tahu, tempe dan konveksi.
Ada Kopontren yang mengelola usaha warung serba ada dan kantin.
Semua kami mulai pimpinan para ustadz santri dan masyarakat sekitar terlibat dalam usaha ngaji dan ngejo itu kata Uyun tersipu-sipu.
Di pondok pesantren Putri Salafiyah 2 Cicantayan kabupaten Sukabumi di kembangkan peternakan ikan koi. Subhanallah hasilnya di luar nalar. Dari 3 takar benih koi dalam 40 hari bisa menghasilkan 250 ikan koi siap jual
Alhamdulillah meringankan beban kami sehari hari ucap Hj. Ghomisah Pemimpin pondok pesantren Salafiyah 2 itu.
Al Ittifaq di Ciwidey kabupaten Bandung mengembangkan tanaman sayur mayur. Sampai ber truk truk sayuran berangkat ke Bandung dan Jakarta mengisi pusat pusat pertokoan dan mall, serta mini market.
“Kami mehyebarkan ajaran tarekat Syuriyah” ucap KH Fuadz Afandi pemimpin pondok Al Ittifaq bercanda.
Pondok pesantren Cijantung Ciamis, melalui Kopontren mengembangkan usaha air mineral yang di beri label dagang Air Quro .
Pondok pesantren Darunnajah 2 di Cipining kabupaten Bogor memiliki 70 hektar lahan tanah hibah dari pendirinya KH Manaf Muhayar.
Dari 70 hektar Itu baru sekitar 7 hektar yang sudah di garap sebagai lahan pertanian dan perkebunan, kata KH Jamhari Abdul Jalal Pemimpin pondok pesantren Darunnajah sekarang.
Itulah upaya beberapa kiyai pimpinan pondok pesantren bersama semua civitas akademika pondok (para santri, ustadz dan masyarakat sekeliling pondok) dalam mempertahankan prinsip ngaji dan ngejo.
Turun tangan pemerintah secara signifikan tentu sangat di harapkan.
Jangan sampai pondok pesantren yang sudah berusia 6 abad itu tutup usia.
Ih amit-amit jabang Tutuka.***















