Home / Artikel / Fakta Unik / Sains

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:19 WIB

Sering Dikira Bengkak, Ternyata Ini Alasan Jenius Kenapa Jari Tangan Kita Jadi Keriput Kalau Kelamaan Berendam di Air!

Tiara - Penulis

Fenomena jari keriput (pruney fingers) adalah reaksi aktif sistem saraf untuk beradaptasi dengan lingkungan basah. (Foto: .the-scientist.com/koransakti.co.id)

Fenomena jari keriput (pruney fingers) adalah reaksi aktif sistem saraf untuk beradaptasi dengan lingkungan basah. (Foto: .the-scientist.com/koransakti.co.id)

koransakti.co.idSabtu, 7 Februari 2026 – Pernahkah Anda menghabiskan waktu berjam-jam di kolam renang atau berendam di bathtub saat akhir pekan? Begitu keluar dari air, coba perhatikan ujung jari tangan dan kaki Anda. Pasti bentuknya berubah jadi Keriput seperti kismis kering.

Dulu, guru biologi mungkin mengajarkan bahwa ini terjadi karena air meresap ke dalam pori-pori kulit (Osmosis), sehingga kulit membengkak. Tapi, penelitian terbaru membuktikan bahwa teori itu kurang tepat. Faktanya, ini adalah teknologi canggih warisan nenek moyang kita!

1. Dikendalikan oleh Saraf (Bukan Air Masuk)

Bukti paling kuat: Jika seseorang mengalami kerusakan saraf di jarinya, maka jarinya TIDAK AKAN keriput meskipun direndam air seharian. Ini membuktikan bahwa reaksi keriput itu diperintahkan oleh Sistem Saraf Simpatik, bukan sekadar air masuk.

Saat kulit mendeteksi kondisi basah dalam waktu lama, saraf mengirim sinyal ke pembuluh darah di bawah kulit untuk mengecil (Vasokonstriksi). Karena pembuluh darah menyusut, volume di bawah kulit berkurang, sehingga kulit luarnya jadi longgar dan melipat-lipat (keriput).

Baca juga :   Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!

2. Fitur “Anti-Slip” Alami

Lalu, buat apa saraf kita repot-repot bikin jari keriput? Jawabannya: Evolusi Keselamatan.

Bayangkan ban mobil.

  • Ban yang botak (halus) akan tergelincir di jalan basah.

  • Ban yang beralur (kembang) bisa mencengkeram jalan basah dengan baik karena airnya terbuang lewat celah alur.

Jari keriput bekerja persis seperti Ban Beralur. Lipatan-lipatan keriput itu berfungsi membuang air (drainase) supaya jari kita bisa Mencengkeram benda basah dengan kuat dan tidak licin.

3. Warisan Nenek Moyang Pemburu

Ribuan tahun lalu, nenek moyang manusia sering mencari makan di sungai (menangkap ikan) atau berjalan di bebatuan licin yang basah. Tanpa fitur jari keriput ini, mereka akan kesulitan memegang tombak yang basah atau sering terpeleset saat melintasi sungai. Mereka yang punya “Jari Keriput” lebih jago bertahan hidup, dan mewariskan gen tersebut kepada kita sampai sekarang.

Baca juga :   Review Jakpat 2026: Aplikasi Survei Asli Indonesia, "Jual Suara" Anda Ditukar Pulsa & Saldo E-Wallet (Pasti Cair!)

4. Kapan Kembali Normal?

Tenang saja, efek ini bersifat sementara. Begitu tangan Anda kering dan hangat, saraf akan memerintahkan pembuluh darah untuk melebar kembali. Dalam waktu 15-20 menit, jari Anda akan kembali mulus seperti sedia kala.

Kesimpulan

Tubuh manusia itu mesin yang luar biasa pintar. Jari keriput adalah bukti adaptasi biologis supaya kita “Gak Licin” saat main air. Jadi, nikmati waktu berenang Anda di Sabtu ini tanpa perlu khawatir!

Baca juga: Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Hari Ini Rasanya Berat Banget Buat Kerja? Ternyata "Menunda Pekerjaan" Bukan Tanda Malas, Tapi Masalah Emosi!

Fakta Unik

Pojok Sains: Hari Ini Rasanya Berat Banget Buat Kerja? Ternyata “Menunda Pekerjaan” Bukan Tanda Malas, Tapi Masalah Emosi!

Agama

Tunda Dulu Umroh sampai Situasi Kondusif: Sekitar 60.000 Jamaah Tertahan di Arab Saudi

Artikel

Daun Seledri Memiliki Segudang Manfaat Untuk Kesehatan
Pojok Sains: Kenapa Cabai Bikin Mulut Terasa 'Terbakar'? Ternyata Pedas Bukanlah Rasa!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Cabai Bikin Mulut Terasa ‘Terbakar’? Ternyata Pedas Bukanlah Rasa!
Pojok Sains: Fenomena Mandela Effect, Kenapa Banyak Orang Punya 'Ingatan Palsu' yang Sama?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Mandela Effect, Kenapa Banyak Orang Punya ‘Ingatan Palsu’ yang Sama?

Artikel

KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK BARU SETENGAH PINTU

Artikel

KORUPSI MENGGURITA DARI KOTA SAMPAI DESA

Artikel

Stres dan Cemas Berlebihan? Coba Kenali Meditasi, Seni Menenangkan Pikiran