koransakti.co.id, Denpasar- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan tanaman chicory sebagai hijauan pakan ternak unggul untuk menjamin ketersediaan pakan dan menekan biaya produksi peternak.
Pengembangan ini di lakukan melalui penanaman chicory di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar.
Menurut Kementan, ketersediaan pakan hijauan berkualitas berpengaruh langsung terhadap produktivitas ternak dan keberlanjutan usaha peternak.
Chicory di nilai memiliki kandungan nutrisi tinggi dan dapat di panen sepanjang tahun, sehingga menjadi alternatif pakan yang stabil bagi peternak sapi perah, sapi potong, dan domba.
Kepala BPTU-HPT Denpasar, I Gusti Putu Ngurah Raka, menjelaskan penanaman chicory di lakukan dengan tahapan teknis untuk memastikan hasil optimal. “Setelah tanah di olah dan di gemburkan menggunakan traktor, pupuk kandang tercampur merata sehingga akar tanaman dapat tumbuh optimal. Proses ini penting agar pertumbuhan Chicory maksimal dan kualitas daun tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan jarak tanam dan perlakuan awal benih di lakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman. “Langkah-langkah ini memastikan benih dapat tumbuh sehat dan siap menjadi sumber pakan ternak unggul,” tambahnya.
Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, mengatakan chicory memiliki potensi besar sebagai pakan alternatif di wilayah sentra ternak.
“Chicory memiliki palatabilitas tinggi, kandungan protein kasar dan energinya baik, serta adaptif terhadap lingkungan tropis. Tanaman ini dapat di panen sepanjang tahun, sehingga mendukung ketersediaan pakan berkualitas secara berkesinambungan,” jelasnya.
Kementan menilai pengembangan chicory sebagai bagian dari strategi menjaga pasokan pakan ternak nasional.
Dengan ketersediaan hijauan pakan unggul yang berkelanjutan, pemerintah berharap produktivitas ternak meningkat dan biaya pakan peternak dapat di tekan.**
Baca juga: Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H Stok Hewan Kurban Aman Tercukupi















