Home / Agama / Edukasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:54 WIB

Hadiri Waisak Sedunia 2026, Menag Ajak Umat Buddha Nyalakan Obor Kebijaksanaan dan Jaga Toleransi

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Jakarta- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Buddha untuk memanfaatkan momentum perayaan Waisak sebagai sarana menghidupkan kembali obor kebijaksanaan, kedamaian, dan welas asih.

Menag menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Perayaan Waisak Sedunia 2570 B.E/2026 di Vihara Mahavira Graha Pusat, Jakarta, Sabtu (30/5/2026). Asosiasi Buddhist Center Indonesia menggelar acara religius ini dengan menghadirkan para Sangha Mancanegara.

Waisak Bukan Sekadar Ritual Tahunan

“Kita tidak boleh melihat perayaan ini sebagai ritual semata. Waisak adalah panggilan batin bagi kita semua untuk menyalakan lagi obor kebijaksanaan, welas asih, dan kedamaian yang bersumber dari ajaran Sang Buddha,” ujar Nasaruddin.

Selain itu Nasaruddin menambahkan bahwa tiga peristiwa suci dalam Waisak membawa pesan universal bagi dunia. Pesan tersebut mengingatkan manusia bahwa hidup adalah kesempatan emas untuk menebarkan kasih sayang, menumbuhkan kebijaksanaan, serta menghapus penderitaan sesama.

Baca juga :   PAK KANWIL NYARIS MASUK

Dharma Menembus Batas Negara dan Budaya

Dalam pidatonya, Menag memuji kekayaan keberagaman Indonesia yang sukses menjadi contoh nyata bagi dunia dalam hal toleransi antarumat beragama. Oleh karena itu, kehadiran Sangha Mancanegara membuktikan bahwa Dharma memiliki kekuatan besar yang mampu menembus sekat negara, bahasa, dan budaya untuk menyatukan umat manusia.

“Kehadiran Sangha dari berbagai negara menegaskan bahwa Dharma melintasi segala batas perbedaan dan merangkul dunia menjadi satu keluarga besar,” imbuhnya.

Sementara itu, menghadapi tantangan global seperti konflik horizontal dan krisis lingkungan, Menag menilai ajaran cinta kasih tanpa syarat dari Buddha dapat menjadi solusi konkret. Ia meminta umat Buddha mempraktikkan pelita kedamaian tersebut dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di dalam rumah ibadah.

Secara khusus, Menag juga mengapresiasi capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 yang berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ia menilai prestasi ini sebagai bukti sahih bahwa masyarakat Indonesia semakin merawat harmoni dan perdamaian.

Baca juga :   Edukasi Pajak: Membedah Perbedaan Mendasar Harta PPS dan Investasi PPS

Mengakhiri sambutannya, Menag memberikan ucapan selamat Hari Raya Waisak Sedunia 2570 B.E./2026 kepada seluruh umat Buddha. Ia berharap momentum suci ini memperkuat persatuan bangsa. “Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tutupnya.

Di sisi lain, ketua panitia pelaksana, Didi Darwis, melaporkan bahwa perayaan tahun ini berjalan sangat istimewa. Sebanyak lebih dari 15 negara mengikuti prosesi secara daring, sementara 10 negara mengutus perwakilannya untuk hadir langsung di Jakarta. Kehadiran lintas negara ini menunjukkan kokohnya persaudaraan dan keharmonisan di antara berbagai aliran dan sekte Buddha di dunia.

Turut mendampingi Menag dalam acara tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Triroso, Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah Budi Sulistiyo, serta Penyelenggara Buddha Jakarta Utara Mugiyanto. (*)

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Agama

ABDULLAH BIN UMAR KENYANG PERANG DAN INGIN HIDUP TENANG.

Android

Mengenal Redmi Watch 6 Terbaru:Redmi Watch Xiaomi yang Makin Matang untuk Aktivitas Harian dan Olahraga
Mengenal Sosok R.A. Kartini: Sejarah Singkat, Pemikiran Revolusioner, dan Fakta Unik yang Mendunia

Edukasi

Mengenal Sosok R.A. Kartini: Sejarah Singkat, Pemikiran Revolusioner, dan Fakta Unik yang Mendunia

Edukasi

Pendaftaran Tamu Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Resmi Dibuka

Edukasi

Jadwal Imsak dan Subuh Hari Ini: Minggu, 22 Februari 2026 (4 Ramadan 1447 H)

Edukasi

Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 1447 H: Waktu Imsak dan Subuh DKI Jakarta, 19 Februari 2026
Prediksi Lebaran 2026: Mengintip Perbedaan Jadwal Idul Fitri Muhammadiyah dan Pemerintah

Agama

Prediksi Lebaran 2026: Mengintip Perbedaan Jadwal Idul Fitri Muhammadiyah dan Pemerintah

Edukasi

Lulusan Sosiologi Bisa Kerja Apa? Ini 7 Profesi Bergaji Tinggi yang Dicari Perusahaan