Home / Artikel / Fakta Unik / kimia / Sains

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:54 WIB

Kenapa Air Tidak Bisa Hapus Minyak, Tapi Sabun Bisa? Kenalan dengan Molekul “Dua Wajah” C17H35COONa!

Tiara - Penulis

Molekul sabun memiliki dua sisi: Kepala yang suka air (Hidrofilik) dan Ekor yang suka minyak (Hidrofobik). Inilah rahasia piring bersih kesat. (Foto: Freepik/koransakti.coid)

Molekul sabun memiliki dua sisi: Kepala yang suka air (Hidrofilik) dan Ekor yang suka minyak (Hidrofobik). Inilah rahasia piring bersih kesat. (Foto: Freepik/koransakti.coid)

koransakti.co.idKamis, 29 Januari 2026 – Habis makan sate kambing atau gulai, piring pasti penuh lemak membandel. Di siram air sebanyak apapun, lemaknya tetap nempel dan licin. Tapi begitu di teteskan sedikit sabun cuci piring… Wush! Lemaknya rontok dan piring jadi kesat.

Apa kehebatan sabun di banding air? Jawabannya terletak pada Struktur Tubuh molekulnya yang unik. Mari kita bedah rumus kimia sabun (Natrium Stearat): C17H35COONa.

1. Air dan Minyak: Musuh Abadi

Secara kimia, Air (H2O) adalah senyawa Polar (punya kutub listrik). Sedangkan Minyak adalah senyawa Non-Polar (tidak punya kutub). Hukum kimianya: “Like dissolves like” (Hanya yang sesama jenis bisa bersatu).

Jadi, air cuma mau berteman dengan sesama air. Minyak cuma mau berteman dengan sesama minyak. Kalau di campur, mereka akan misah (minyak mengapung di atas).

Baca juga :   Siapa Pembuat Surat Kabar Pertama di Dunia? Ini Sejarah yang Tak Banyak Diketahui Publik

2. Sabun: Si Muka Dua

Nah, Sabun (C17H35COONa) adalah agen perdamaian. Molekulnya berbentuk panjang seperti Ular Kobra atau Jarum Pentul. Tubuhnya terbagi dua:

  • EKOR (C17H35): Bagian ini sifatnya Hidrofobik (Takut Air, tapi Cinta Minyak).

  • KEPALA (COONa): Bagian ini sifatnya Hidrofilik (Cinta Air, tapi Benci Minyak).

3. Mekanisme “Pengepungan” (Micelle)

Saat Anda menggosok piring dengan sabun:

  1. Serangan Ekor: Bagian Ekor sabun (C17H35) langsung menusuk dan menempel pada lemak/minyak di piring. Mereka “memeluk” minyak itu erat-erat.

  2. Pertahanan Kepala: Bagian Kepala sabun (COONa) tetap menghadap ke luar, menjulur ke arah Air.

  3. Membentuk Bola: Ribuan molekul sabun akan mengelilingi tetesan minyak itu, membentuk bola mikroskopis yang di sebut Micelle.

Bayangkan sebuah bola kasti. Isi dalamnya adalah Minyak yang di kurung oleh Ekor sabun. Kulit luarnya adalah Kepala sabun yang ramah sama Air.

Baca juga :   Mengenal HCl (Asam Klorida) di Perut Kita. Asam Keras yang Bisa Lelehkan Logam, Tapi Kenapa Lambung Kita Aman?

4. Bilas dan Hanyut

Karena bagian luar bola (Micelle) itu adalah Kepala yang “Cinta Air”, maka saat Anda menyiram piring dengan air keran: Air akan menggandeng Kepala sabun. Kepala sabun menarik Ekornya. Ekor sabun menarik Minyak yang di peluknya.

Akhirnya, minyak pun terangkat dari piring dan ikut hanyut terbawa aliran air. Piring pun jadi kesat dan berbunyi ciit-ciit saat di gosok!

Kesimpulan

Sabun (C17H35COONa) adalah jembatan kimiawi. Tanpa dia, air dan minyak tidak akan pernah bisa “berpegangan tangan”. Jadi, jangan pelit pakai sabun kalau mau piring bebas lemak!

Baca juga: Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa “Bernapas”? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Berita ini 48 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Artikel

Misteri Déjà Vu: Kenapa Kita Sering Merasa “Pernah Mengalami” Momen Ini Sebelumnya? Apakah Ini Ramalan atau Gangguan Otak?
Pojok Sains: Kenapa Jari Jadi Keriput Setelah Mandi Lama? Ternyata Bukan Karena 'Masuk Angin'!

Artikel

Sering Dikira Bengkak, Ternyata Ini Alasan Jenius Kenapa Jari Tangan Kita Jadi Keriput Kalau Kelamaan Berendam di Air!

Artikel

Terjebak Cinta Segitiga? Ini Risiko dan Solusinya

Artikel

KERTAJATI NASIBMU KINI
Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

kimia

Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Artikel

Mengapa Aroma Hujan di Tanah Kering Begitu Khas dan Menenangkan? Ini Jawabannya

Artikel

PAGAR MAKAN LAUTAN TIME BOMB OF JOKOWI ?

Artikel

Karhutla Ulah Manusia: 108.000 Hektar Hutan Terbakar