koransakti.co.id – Kisruh rumah tangga selebgram cantik Clara Shinta kini memasuki babak baru yang lebih serius dan terfokus pada masa depan sang buah hati.
Setelah resmi mendaftarkan gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Clara kini mulai mengambil langkah hukum untuk melindungi hak-hak anaknya. Oleh karena itu, pada Kamis, 16 April 2026, ia terlihat menyambangi kantor Komnas Perlindungan Anak di Jakarta.
Clara ingin memastikan bahwa perpisahannya dengan Alexander Assad tidak memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan psikis anak-anak mereka.
Prioritas Utama: Melindungi Privasi dan Psikis Anak
Selama kunjungan tersebut, Clara Shinta terlihat sangat berhati-hati dalam memberikan keterangan kepada awak media. Ia lebih memilih untuk menutup rapat detail permasalahan internal yang memicu keretakan rumah tangganya. Sebab, khawatir jika hura-hara di media massa akan mengganggu ruang privasi bagi pertumbuhan anak-anaknya di masa depan.
Oleh sebab itu, ia dengan tegas menolak untuk membahas detail spesifik mengenai kondisi sang buah hati secara terbuka.
“Saya sebenarnya tidak mau membahas tentang anak sama sekali karena saya ingin melindungi mereka. Saya tidak mau nantinya ada jejak digital tentang huru-hara saya dengan ayahnya,” ujar Clara Shinta dengan nada bicara yang sangat tenang namun tegas.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa tujuannya mendatangi Komnas Anak adalah semata-mata demi kebahagiaan dan hak-hak dasar sang buah hati agar tetap terpenuhi dengan baik.
Menuntut Tanggung Jawab Nafkah Pokok
Di dampingi oleh kuasa hukum ternama, Sunan Kalijaga, Clara mengungkapkan poin utama yang ingin ia perjuangkan, yaitu mengenai kewajiban nafkah. Pasalnya, ia merasa miris melihat fenomena banyak pria yang abai terhadap tanggung jawab finansial kepada darah dagingnya sendiri setelah berpisah.
Oleh karena itu, ia menuntut mantan suaminya untuk tetap bertanggung jawab atas biaya pendidikan atau uang sekolah anak sebagai kebutuhan pokok yang tidak bisa di abaikan.
Maka dari itu, Clara ingin sang anak tetap memiliki sosok ayah yang bisa menjadi role model atau teladan yang baik dalam hal tanggung jawab. Sebab, menurut Clara, keseimbangan antara hak untuk bertemu dan kewajiban memberi nafkah harus berjalan beriringan tanpa terkecuali.
Intinya, ia ingin mantan suaminya memahami bahwa peran seorang bapak bukan hanya soal menghabiskan waktu bersama, tetapi juga memastikan masa depan pendidikan anak terjamin secara finansial.
Pengaturan Jadwal Pertemuan yang Terstruktur
Kedatangan Clara ke Komnas Perlindungan Anak juga bertujuan untuk mengonsultasikan pola asuh dan jadwal pertemuan anak dengan ayahnya. Meskipun ia memperbolehkan Alexander Assad untuk bertemu buah hati,
Clara ingin ada kesepakatan tertulis yang memiliki payung hukum kuat. Oleh sebab itu, ia mengajukan syarat-syarat tertentu agar jadwal pertemuan tersebut berjalan tertib dan tidak mengganggu stabilitas emosional anak-anak.
Clara menyayangkan sikap sang mantan yang menuntut waktu bertemu namun seolah lupa akan kewajiban dasar yang harus di penuhi. Dengan demikian, melalui mediasi di Komnas Anak, ia berharap bisa mencapai titik temu yang adil bagi kedua belah pihak.
Maka dari itu, Clara menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menuntut harta gana-gini dalam gugatan cerainya, karena fokus utamanya hanyalah mengenai kesejahteraan dan pendidikan sang buah hati.
Langkah berani Clara Shinta ini menjadi pengingat bagi para orang tua bahwa kepentingan anak harus selalu berada di atas ego pribadi saat terjadi perceraian. Oleh karena itu, konsistensi Clara dalam memperjuangkan nafkah sekolah patut mendapatkan apresiasi sebagai bentuk tanggung jawab seorang ibu. (dher)
Baca juga: Hoaks Perceraian Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Bikin Anak Menangis, Nia Luapkan Emosi















