Koransakti.co.id – Penyakit Alzheimer merupakan kondisi yang menyerang jutaan orang di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama gangguan ingatan pada lansia.
Penyakit ini merusak fungsi otak secara bertahap, sehingga penderitanya kesulitan mengingat, berpikir, dan menjalankan aktivitas harian.
Meski telah lama diteliti, penyebab pasti penurunan memori masih belum sepenuhnya dipahami.
Penelitian terbaru dari University of California, Irvine yang dipublikasikan di Nature Neuroscience mengungkap temuan baru.
Studi tersebut menunjukkan bahwa perubahan pada dopamin, zat kimia di otak, berperan besar dalam gangguan memori pada Alzheimer.
Dalam proses pembentukan ingatan, bagian otak seperti korteks entorhinal dan hipokampus bekerja sama.
Korteks entorhinal berfungsi sebagai jalur masuk informasi menuju sistem memori.
Pada Alzheimer, area ini rusak lebih awal, sehingga penderita sulit membentuk ingatan baru.
Dopamin sendiri adalah zat yang membantu sel-sel otak berkomunikasi.
Selain berperan dalam rasa senang dan gerakan, dopamin juga penting dalam proses belajar.
Kekurangan dopamin membuat sel otak tidak mampu merespons informasi secara optimal.
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kadar dopamin di korteks entorhinal menurun drastis, menyebabkan aktivitas sel otak melemah.
Namun, saat menaikan kadar dopamin menggunakan Levodopa, –obat yang biasa untuk Penyakit Parkinson– terjadi peningkatan fungsi otak dan memori.
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini masih terbatas pada hewan.
Percobaan ini masih memerlukan studi lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanan jangka panjang.
Namun, temuan ini membuka peluang baru dalam penanganan Alzheimer dengan fokus pada peningkatan fungsi komunikasi antar sel otak, bukan hanya menghilangkan zat berbahaya.-***















