Home / Sains

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:59 WIB

Studi Baru Ungkap Dopamin Jadi Kunci Gangguan Memori Alzheimer

Fadilah - Penulis

Alzheimer, penyebab utama gangguan ingatan pada lansia.

Alzheimer, penyebab utama gangguan ingatan pada lansia.

Koransakti.co.id – Penyakit Alzheimer merupakan kondisi yang menyerang jutaan orang di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama gangguan ingatan pada lansia.

Penyakit ini merusak fungsi otak secara bertahap, sehingga penderitanya kesulitan mengingat, berpikir, dan menjalankan aktivitas harian.

Meski telah lama diteliti, penyebab pasti penurunan memori masih belum sepenuhnya dipahami.

Penelitian terbaru dari University of California, Irvine yang dipublikasikan di Nature Neuroscience mengungkap temuan baru.

Studi tersebut menunjukkan bahwa perubahan pada dopamin, zat kimia di otak, berperan besar dalam gangguan memori pada Alzheimer.

Baca juga :   Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Dalam proses pembentukan ingatan, bagian otak seperti korteks entorhinal dan hipokampus bekerja sama.

Korteks entorhinal berfungsi sebagai jalur masuk informasi menuju sistem memori.

Pada Alzheimer, area ini rusak lebih awal, sehingga penderita sulit membentuk ingatan baru.

Dopamin sendiri adalah zat yang membantu sel-sel otak berkomunikasi.

Selain berperan dalam rasa senang dan gerakan, dopamin juga penting dalam proses belajar.
Kekurangan dopamin membuat sel otak tidak mampu merespons informasi secara optimal.

Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kadar dopamin di korteks entorhinal menurun drastis, menyebabkan aktivitas sel otak melemah.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Makanan "Sisa Kemarin" (Seperti Rendang atau Kari) Justru Terasa Lebih Enak? Ini Rahasia Kimianya!

Namun, saat menaikan kadar dopamin menggunakan Levodopa, –obat yang biasa untuk Penyakit Parkinson– terjadi peningkatan fungsi otak dan memori.

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini masih terbatas pada hewan.

Percobaan ini masih memerlukan studi lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanan jangka panjang.

Namun, temuan ini membuka peluang baru dalam penanganan Alzheimer dengan fokus pada peningkatan fungsi komunikasi antar sel otak, bukan hanya menghilangkan zat berbahaya.-***

Berita ini 18 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bilogi

Pesona Kembang Merak: 5 Fakta Unik Peacock Flower yang Jadi Magnet Kupu-Kupu
Kenapa Digigit Semut Rasanya Panas & Gatal? Kenalan dengan Asam Formiat (CH2O2), Senjata Kimia si Kecil!

Artikel

Kenapa Digigit Semut Rasanya Panas & Gatal? Kenalan dengan Asam Formiat (CH2O2), Senjata Kimia si Kecil!

Sains

Ilmuwan AS Ciptakan Cahaya Hidup dari Alga Laut Bioluminesen
Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak "Duar" Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Artikel

Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak “Duar” Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!
Kok Paracetamol (C8H9NO2) Pintar Banget? Minum Lewat Mulut, Tapi Tahu Kalau Kepala Lagi Nyut-nyutan!

Artikel

Kok Paracetamol (C8H9NO2) Pintar Banget? Minum Lewat Mulut, Tapi Tahu Kalau Kepala Lagi Nyut-nyutan!

Edukasi

Alasan Ilmiah Mengapa Langit Indonesia Tidak Pernah Dihiasi Aurora
Pojok Sains: Membedah "Pembangkit Listrik" di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?

Artikel

Pojok Sains: Membedah “Pembangkit Listrik” di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?
Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia "Teori Chaos" di Balik Kristal Es

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia “Teori Chaos” di Balik Kristal Es