Home / Fisika / Sains

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:56 WIB

Mengapa Kita Tidak Merasakan Putaran Bumi yang Super Cepat?

Hari Sakti Fiagi - Penulis

koransakti.co.id- Pernahkah Anda membayangkan bahwa saat ini kita sedang “menumpang” pada sebuah bola raksasa yang melesat di ruang hampa? Meski kita merasa sedang duduk diam atau berdiri tenang, kenyataannya Bumi membawa kita berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 1.670 km/jam di area ekuator. Tak hanya itu, planet kita juga sedang berpacu mengelilingi Matahari dengan kecepatan fantastis, yakni 107.000 km/jam.

Angka tersebut jauh melampaui kecepatan jet tempur manapun. Namun, mengapa rambut kita tidak berantakan tertiup angin ruang angkasa atau tubuh kita tidak merasa pusing?

Berikut adalah alasan ilmiah di balik fenomena “diam yang semu” ini.

Kecepatan Konstan: Rahasia Perjalanan Tanpa Guncangan

Alasan utama mengapa kita tidak merasakan gerakan Bumi adalah karena kecepatannya yang konstan atau stabil. Tubuh manusia sebenarnya tidak dirancang untuk mendeteksi kecepatan absolut, melainkan perubahan kecepatan (akselerasi).

Bayangkan Anda berada di dalam pesawat terbang yang melaju stabil di ketinggian 30.000 kaki. Anda bisa menuang kopi ke dalam cangkir dengan tenang tanpa tumpah, seolah-olah Anda berada di ruang tamu rumah.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi 'Kretek' Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

Namun, begitu pesawat lepas landas atau mendarat (terjadi perubahan kecepatan), barulah Anda merasakan dorongan pada kursi. Karena Bumi berputar dan mengorbit dengan kecepatan yang sangat halus tanpa rem mendadak, kita tidak merasakan sensasi bergerak sama sekali.

Atmosfer yang Ikut Berpetualang

Mungkin Anda berpikir, jika Bumi bergerak secepat itu, bukankah seharusnya ada angin kencang yang menghantam kita? Jawabannya terletak pada gravitasi. Gaya tarik Bumi tidak hanya menahan manusia dan lautan, tetapi juga “memeluk” seluruh lapisan atmosfer.

Udara yang kita hirup bergerak bersama-sama dengan permukaan Bumi pada kecepatan yang sama. Karena kita dan udara di sekitar kita bergerak secara sinkron, tidak ada gesekan angin yang membuat kita merasa sedang melaju kencang. Kita semua berada di dalam satu “kendaraan” raksasa yang tertutup rapat oleh gravitasi.

Skala Bumi yang Masif vs Ukuran Manusia

Dibandingkan dengan ukuran Bumi yang memiliki diameter hampir 13.000 kilometer, manusia hanyalah titik mikroskopis yang tidak berarti. Kelengkungan Bumi dan gerakannya terasa sangat linier bagi kita.

Baca juga :   Selamatkan Burung Langka, Drone Jatuhkan Jutaan Nyamuk di Hutan Hawaii

Satu putaran penuh Bumi membutuhkan waktu 24 jam. Bagi kita, itu waktu yang lama, padahal jarak yang ditempuh sangat jauh. Karena skalanya yang masif, percepatan sentripetal (gaya yang biasanya membuat kita merasa terlempar saat berputar) di permukaan Bumi sangatlah kecil—jauh lebih kecil daripada tarikan gravitasi yang menjaga kaki kita tetap menapak di tanah.

Ketiadaan Titik Acu di Ruang Angkasa

Di jalan raya, kita tahu mobil bergerak karena melihat pohon atau tiang listrik yang melesat di jendela. Di ruang angkasa, tidak ada objek dekat yang bisa menjadi patokan. Bintang-bintang yang kita lihat letaknya jutaan tahun cahaya, sehingga mereka tampak diam meskipun kita sedang bergerak jutaan kilometer.

Satu-satunya cara kita menyadari gerakan ini adalah melalui pengamatan jangka panjang, seperti melihat Matahari yang “terbit” di timur atau perubahan rasi bintang seiring bergantinya musim. Itu adalah bukti visual bahwa “kapal” yang kita tumpangi memang sedang berlayar di samudra kosmos.

Berita ini 25 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

WHO Luncurkan Dasbor Baru untuk Pantau Ancaman Resistensi Antimikroba Global

Fakta Unik

5 Serangga Pemilik Senjata Kimia Paling Mematikan di Dunia (Ada Lebah Madu!)
Rahasia di Balik Nama "Burung Hantu": Benarkah Karena Mistis atau Fakta Sains?

Sains

Rahasia di Balik Nama “Burung Hantu”: Benarkah Karena Mistis atau Fakta Sains?
Kenapa Teflon Anti Lengket? Kenalan dengan PTFE (C2F4), Zat Paling "Introvert" yang Menolak Berteman!

Artikel

Kenapa Teflon Anti Lengket? Kenalan dengan PTFE (C2F4), Zat Paling “Introvert” yang Menolak Berteman!
Sang Raja Lautan yang "Terkutuk": Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Fakta Unik

4 Hewan dengan Jurus Pertahanan Tubuh Paling Nyeleneh di Alam Wild

Sains

Mata Biru Ternyata Tanpa Pigmen Biru, Ini Fakta Ilmiah yang Jarang Diketahui
Pojok Sains: Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? (Padahal Kalau Orang Lain yang Lakukan Geli Banget!)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? (Padahal Kalau Orang Lain yang Lakukan Geli Banget!)