Koransakti.co.id – Para peneliti di Oregon Health & Science University melaporkan kemajuan dalam pengembangan tes darah sederhana yang berpotensi membantu dokter mendeteksi kanker pankreas lebih dini, tanpa prosedur biopsi invasif.
Tes ini bekerja dengan mendeteksi partikel mikroskopis dari tumor ke dalam aliran darah.
Dalam studi awal, metode tersebut menunjukkan tingkat akurasi tinggi, bahkan dalam beberapa kasus melampaui efektivitas biopsi konvensional.
Hal ini menjadi penting karena kanker pankreas merupakan salah satu kanker paling mematikan dan sering baru terdeteksi setelah mencapai stadium lanjut.
Menurut data National Cancer Institute, hanya sekitar 13% pasien yang bertahan hidup hingga lima tahun setelah diagnosis.
BACA JUGA: Kalori Harian: Cara Aman Mengatur untuk Kesehatan Optimal
Namun, jika terdeteksi lebih awal sebelum menyebar, angka harapan hidup bisa meningkat signifikan hingga sekitar 44%.
Peneliti utama, Stuart Ibsen, menjelaskan bahwa pankreas berada jauh di dalam tubuh, sehingga sulit terdeteksi sejak awal.
Biasanya, diagnosis dilakukan melalui biopsi, tetapi prosedur ini berisiko dan tidak selalu akurat.
Sebagai alternatif, tim mengembangkan mikrochip yang mampu menarik nanopartikel dari sampel darah menggunakan muatan listrik.
Peneliti kemudian menganalisis partikel tersebut untuk mencari biomarker seperti protein Glypican-1 dan fragmen DNA tumor.
Uji coba pada puluhan sampel menunjukkan bahwa metode ini dapat membedakan kanker dari kondisi non-kanker dengan lebih cepat dan aman.
Meski demikian, untuk menggunakannya secara rutin, penelitian ini masih memerlukan pengujian lebih luas.- ***















