Saham terkonsentrasi pada segelintir orang : Dana Asing Kabur
Koransakti.co.id- Walaupun OJK berharap pelaku pasar tetap tenang menyikapi pengumuman rebalancing indeks MSCI, namun di perkirakan dana asing tetap akan terbang. Sampai pertengahan Mei di perkirakan secara akumulatif Rp 40 triliun dana asing keluar dari pasar modal.
Itu harga yang harus di bayar karena selama ini OJK sebagai otoritas pengawas seolah “ada tapi tiada”.
Beberapa aturan main yang seharusnya di tegakkan justru tidak di jalankan dengan berbagai alasan dan kepentingan.
Sudah benar MSCI (Morgan Stanley Capital International) mendepak 18 saham asal Indonesia dari seluruh kategori globalnya.
Tindakan ini di lakukan karena :
Pertama, kepemilikan saham hanya terkonsentrasi pada segelintir konglomerasi besar.
Kedua, saham yang di perdagangkan kepada investor publik sangat terbatas.
Ketiga, tidak ada transparansi dan tidak memenuhi standar investor global.
Akibat dari “salah urus” di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan anjlok ke 6.749 : terlemah di Asia (13 Mei 2026). Rupiah pun melemah ke titik terendah sepanjang sejarah.
Melemahnya rupiah berimbas kepada seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya BBM yang sudah naik, tetapi komoditas lainnya yang menjadi hajat hidup orang banyak dan masih bergantung pada impor juga akan ikut naik.
Semoga derita ini segera berakhir : InsyaAllah.
Penulis: 
Baca juga: Mengulas Potensi Cuan ITMG: Saham “Murah” dengan Guyuran Dividen Rp 971 per Lembar















