Home / Opini

Selasa, 13 Mei 2025 - 12:19 WIB

Sejak Tahun 1500 an, Warga India Hadir di tengah Kota Pariaman

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Pariaman- Di dalam banyak buku sejarah, selalu disebutkan bahwa agama Islam di Indonesia dibawa oleh pedagang asal Gujarat India.

Di Kota Pariaman, masuknya pedagang India sejak tahun 1500 an, mereka adalah warga India keturunan muslim.

Bagaimana mereka hidup dan menjalankan ibadahnya di tengah lingkungan warga Pariaman.

Saat ini keturunan India di Kota Pariaman, hanya sekitar 15 KK saja, 10 tahun yang lalu jumlahnya mencapai 30 KK.

Namun karena ingin penghidupan yang lebih baik, banyak keturunan India yang memutuskan merantau ke Padang dan Bukittinggi hingga luar Sumbar, sehingga jumlah warga keturunan India di Kota Pariaman terus berkurang setiap tahunnya. Sebagian besar yang tinggal di Kota Pariaman adalah lansia dan anak-anak.

Baca juga :   Bupati Lampung Tengah Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Peringatan hari Otoda ke 29

Catatan tertua tentang Pariaman ditemukan oleh Tomec Pires (1446-1524), seorang pelaut Portugis yang bekerja untuk kerajaan Portugis di Asia.

la mencatat telah ada lalu lintas perdagangan antara India dengan Pariaman, Tiku dan Barus. Sebagai daerah yang terletak di pinggir pantai, Pariaman sudah menjadi tujuan perdagangan dan rebutan bangsa asing yang melakukan pelayaran kapal laut beberapa abad silam.

Pelabuhan entreport Pariaman saat itu sangat maju. Dua tiga kapal Gujarat mengunjungi Pariaman setiap tahunnya membawa kain untuk penduduk asli dibarter dengan emas, gaharu, kapur barus, lilin dan madu.

Sehingga diperkirakan, sejak saat itu pulalah warga India mulai hadir di tengah Kota Pariaman, bahkan ada yang menikahi penduduk setempat dan membangun rumah tangga di Kota Tabuik ini.

Baca juga :   Kejurnas Pencak Silat Jambi Championship II Tahun 2025

Umumnya mereka hidup di pinggiran pantai, seperti saat ini, sebagian besar keturunan India, bermukim di Kelurahan Lohong yang lebih terkenal dengan sebutan Kampuang Kaliang.

Bahkan menurut Ilyas (51) warga keturunan India di Pariaman, dari cerita yang ia dengar turun temurun dari neneknya bahwa warga turunan India, merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di Kota Pariaman.

Kata Pariaman sendiri berasal dari kata “Paria” yaitu kasta terendah di India yang sebagian besar adalah muslim dan lebih senang berdagang dari satu negeri ke negeri lain.

Berita ini 186 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Sekitar 175 juta Rakyat Indonesia mengonsumsi Tempe Terdampak : Melemahnya Rupiah terhadap dolar
Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

Opini

Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

Opini

Mengenakan Biaya ke Setiap Kapal yang Melewati Selat Malaka: Berisiko Tinggi

Opini

Kapal Tanker Negara Lain berhasil Lewat Selat Hormuz, Dua Tanker Kita Belum : Diplomasi Kemenlu Gagal?

Opini

Antara MASDUKI dan DUMISAKE
Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Gaya Hidup

Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Opini

Daripada Jadi Polemik Lupakan Sawit
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Opini

Rugi Bandar