Koransakti.co.id- Jumlah jamaah haji reguler Indonesia tahun 2026 sekitar 203.320 orang. Akan di urus dan di bantu oleh 4.420 orang petugas.
Dari jumlah tersebut, sekitar 177.253 orang merupakan jamaah berisiko tinggi. Disebut berisiko tinggi karena berusia 65 tahun ke atas dan mengidap penyakit komorbid (antara lain: hipertensi, diabetes, penyakit paru kronis, ginjal kronis, kanker, dan gangguan saraf/demensia).
Kelompok ini membutuhkan perhatian serius dari personel yang memang di tugaskan untuk mengurus jamaah, dan di biayai oleh negara.
Suhu di Arab Saudi tahun ini di perkirakan mencapai 45 derajat Celsius. Sangat panas.
Tempat yang paling berisiko adalah di Mina. Mengapa Mina? Hampir 2 juta jamaah berkumpul di lokasi yang sama pada waktu yang bersamaan: terjadi kepadatan ekstrem dengan cuaca juga ekstrem. Keterbatasan tenda menyebabkan jamaah berdesakan di dalam tenda. Sanitasi yang terbatas membuat antrean panjang yang menyesakkan. Faktor kelelahan menambah kerentanan yang di hadapi jamaah.
Musim haji tahun ini merupakan kali pertama manajemen haji di kelola oleh Kementerian Haji dan Umroh. Harapan kita, pelayanan haji semakin baik dan berkualitas, terutama tenda di Mina betul-betul tersedia memadai untuk para jamaah. Derita jamaah musim haji sebelumnya jangan sampai terulang.
Kita mengusulkan kepada Pemerintah Arab Saudi agar mempercepat pembangunan tower untuk menampung jamaah di Mina. Sistem tenda sudah tidak memungkinkan lagi untuk menampung jamaah haji yang setiap tahun semakin meningkat jumlahnya.
InsyaAllah.
Penulis :
Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR, (Prof RDM), Analis Kebijakan Keuangan, Pangan, dan Health Economic, Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior.















