Home / Opini

Minggu, 26 April 2026 - 06:31 WIB

Hampir 180.000 Jamaah Haji Indonesia Berisiko Tinggi: 4.000-an Petugas Akan Melayani?

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Jumlah jamaah haji reguler Indonesia tahun 2026 sekitar 203.320 orang. Akan di urus dan di bantu oleh 4.420 orang petugas.

Dari jumlah tersebut, sekitar 177.253 orang merupakan jamaah berisiko tinggi. Disebut berisiko tinggi karena berusia 65 tahun ke atas dan mengidap penyakit komorbid (antara lain: hipertensi, diabetes, penyakit paru kronis, ginjal kronis, kanker, dan gangguan saraf/demensia).

Kelompok ini membutuhkan perhatian serius dari personel yang memang di tugaskan untuk mengurus jamaah, dan di biayai oleh negara.

Suhu di Arab Saudi tahun ini di perkirakan mencapai 45 derajat Celsius. Sangat panas.

Baca juga :   Kapal Tanker Negara Lain berhasil Lewat Selat Hormuz, Dua Tanker Kita Belum : Diplomasi Kemenlu Gagal?

Tempat yang paling berisiko adalah di Mina. Mengapa Mina? Hampir 2 juta jamaah berkumpul di lokasi yang sama pada waktu yang bersamaan: terjadi kepadatan ekstrem dengan cuaca juga ekstrem. Keterbatasan tenda menyebabkan jamaah berdesakan di dalam tenda. Sanitasi yang terbatas membuat antrean panjang yang menyesakkan. Faktor kelelahan menambah kerentanan yang di hadapi jamaah.

Musim haji tahun ini merupakan kali pertama manajemen haji di kelola oleh Kementerian Haji dan Umroh. Harapan kita, pelayanan haji semakin baik dan berkualitas, terutama tenda di Mina betul-betul tersedia memadai untuk para jamaah. Derita jamaah musim haji sebelumnya jangan sampai terulang.

Baca juga :   Pemprov Jambi Siapkan Anggaran Haji 2026 Sebesar Rp 32,5 Miliar, Keberangkatan Masih Lewat Batam

Kita mengusulkan kepada Pemerintah Arab Saudi agar mempercepat pembangunan tower untuk menampung jamaah di Mina. Sistem tenda sudah tidak memungkinkan lagi untuk menampung jamaah haji yang setiap tahun semakin meningkat jumlahnya.

InsyaAllah.

Penulis :

Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR, (Prof RDM), Analis Kebijakan Keuangan, Pangan, dan Health Economic, Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior.

 

 

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Efek Domino Geopolitik Regional Iran–Israel Bagi Indonesia Menurut Opini Prof Muhammad M Said

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Opini

Berhemat Lewat WFH

Keuangan

Balada Bank Jambi : Bank “Tidak Baik-Baik Saja”

Daerah

Pernahkah Anda Bayangkan Apa Yang Terjadi Jika Isis & Anteknya Berkuasa Di Indonesia

Jakarta

Sengketa Tanah Desa Wadas dan Negara (Pemerintah) Dari Sudut Pandang Demokrasi Ekonomi Implementasi Demokrasi Pancasila

Opini

Kearifan Sang Mantan Kanselir

Opini

Kenaikan Drastis PAD Pekanbaru