Home / Opini

Jumat, 11 Oktober 2024 - 15:58 WIB

Antara MASDUKI dan DUMISAKE

koransakti - Penulis

Oleh: Drs. Mangatur Marojahan Siregar(Pemerhati Sosial)

Koran Sakti.co.id, Jambi – Siapa yang tidak pernah dengar nama bunglon,? nama yang tidak asing di telinga kita, yang tentunya semua orang pasti kenal mahluk yang satu ini. Ia salah satu binatang yang lihai merubah diri di manapun ia berada untuk kenyamanan dan keselamatan diri sendiri. Warna tubuh bisa rubah-ubah setiap saat sesuai tempat ia meloncat, sangat hebat karena tidak semua mahluk bisa demikian.

Di dunia spionasepun sering ditemui agen ganda, si agen berperan ganda untuk mendapatkan informasi rahasia penting. Demikian di salah satu lirik lagu Tapanuli yang cukup populer “Mardua Holong”, Mardua Holong yang artinya mendua hati, dimana salah satu dari pasangan sejoli tidak setia dan bahkan di kalangan umat Kristiani sendiripun dikenal istilah pelukan Judas Iskariot.

Baca juga :   Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Bunglon, Agen Ganda, Mardua Holong dan Pelukan Judas Iskariot adalah dunia penghianatan yang sangat menyakitkan.

Bunglon sering dianonimkan sebagai penghianat bagi kawannya sendiri alias menikam dari belakang saat kawan lengah.

Belakangan ini di kalangan Timses Paslon Pilkada tertentu populer istilah “MASDUKI” (Masang Dua Kaki), ke sana ok ke sini ok.untuk cari keuntungan, tidak beda seperti kelakuan bunglon yang akhirnya ketahuan menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Apa korelasi antara MASDUKI dan DUMISAKE,? MASDUKI sendiri adalah masuk golongan bunglon, sementara DUMISAKE adalah pengabdian seorang pemimpin untuk kesejahteraan rakyat luas, sangat bertolak belakang.

Istilah DUMISAKE sudah sangat membumi di Bumi Melayu Jambi ini, ya tentu sebagian besar warga Jambi paham apa arti pharasa kata yang satu ini.

Baca juga :   Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Dua milyar satu kecamatan (DUMISAKE) adalah program jitu yang digelontorkan oleh gubernur dan wakil gubernur Haris-Sani saat menjabat dalam masa kurun waktu singkat hanya 3,5 tahun.

Tidak dipungkiri, sudah banyak warga merasakan manfaat program ini, baik berupa bantuan beasiswa pendidikan, kesehatan, pembagunan tempat ibadah dan bantuan langsung bagi warga yang kurang mampu.

Diakui, pasti masih ada kekurangan DUMISAKE ini, tiada 100% program pemerintah yang langsung sukses dalam waktu singkat, apalagi negeri sedang dilanda covid-19 kala itu.

Tentu sangat rugi rasanya jika program baik ini putus begitu saja di tengah jalan, tiada kata lain selain lanjutkan. Lanjutkan….!!

Berita ini 127 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Daripada Jadi Polemik Lupakan Sawit

Jakarta

NIKAH POLITIK, TUDUHAN YANG MENODAI SAKRALITAS PERINTAH TUHAN

Opini

Sejak Reformasi: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang Berani “Merombak dan Menata Ulang” BUMN

Opini

Empati untuk 326 Kepala SMA/SMK di Sulawesi Selatan

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Opini

Menaikkan Gaji atau Tunjangan Kepala Daerah: Mana yang lebih pas?

Opini

Berhemat Lewat WFH

Opini

Dilema Kepemimpinan Prabowo: Antara Menjaga Kekuasaan dan Menjawab Aspirasi Demokrasi