Home / Keuangan / Opini

Rabu, 1 April 2026 - 03:31 WIB

Balada Bank Jambi : Bank “Tidak Baik-Baik Saja”

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Bila bank di minta Otoritas Jasa Keuangan untuk bergabung dengan bank yang lebih besar dan kuat, berarti ada masalah terutama kecukupan modal. Itulah yang di alami Bank Jambi pada Desember 2024.

Jika Pemda Provinsi Jambi sebagai pemegang saham mampu menambah modal, Bank Jambi tidak perlu masuk kelompok bank umum bersama Bank Jabar Banten. Namun keterbatasan ‘pulus’ membuat hal itu tidak terjadi. Tanpa tambahan modal, status Bank Jambi berisiko turun menjadi BPR.

BJB kemudian menyuntikkan modal sekitar Rp 221,4 miliar dengan kompensasi saham 7,75%. Belum tuntas masalah modal, muncul persoalan serius: ratusan nasabah kehilangan saldo.

Sekitar 600 nasabah terdampak dengan potensi kerugian Rp 143 miliar, terjadi menjelang Ramadan, 22 Februari 2026. Kepanikan pun terjadi, terlihat dari antrean panjang di kantor cabang dan ATM.

Apa yang sebenarnya terjadi, Apakah dana nasabah di bobol, dan oleh siapa? Biarlah penegak hukum yang mengusutnya.

Pelajaran dan usulan perbaikan kedepan:

Pertama, Drs. Usman Ermulan eks Bupati Tanjab Barat Benar. Bisnis Perbankan adalah Bisnis Kepercayaan dan itu Mahal.

Baca juga :   Safari Ramadhan di Tambak Tinggi: Bupati Monadi Tekankan Pentingnya Kelola Sampah Rumah Tangga

Bank Jambi harus mulai membangun kembali kepecayaan nasabah dengan memperbaiki mutu pelayanan.

Kedua, perlu restrukturisasi aset. Di era digital, gedung megah tidak lagi prioritas. Contohnya Garuda Indonesia yang melepas aset gedung untuk memperkuat modal.

Ketiga, rasionalisasi dan restrukturisasi SDM tak terelakkan demi efisiensi dan peningkatan kinerja.

Keempat, manajemen harus agresif menarik dana pihak ketiga, terutama dari perusahaan besar di Jambi (sawit, batu bara, migas). Jika sebagian saja misalnya 25% dana mereka di tempatkan di Bank Jambi, potensi menjadi bank daerah terbesar terbuka. Syaratnya: profesionalisme tinggi, bukan praktik “titipan”.

Baca juga :   Harga Obat di Indonesia 6 Kali Lebih Mahal dari India: Kita Bisa Apa?

Kelima, keamanan dana nasabah adalah prioritas utama. Sistem keamanan digital harus di review dan di-overhaul.

Semoga Bank Jambi dapat pulih dan kembali di percaya.

InsyaAllah.

Penulis:

Prof. RDM bersama Drs. Usman Ermulan berperan aktif dalam pembahasan UU Bank Indonesia, rekapitalisasi perbankan 1999–2004, dan merger 4 bank menjadi Bank Mandiri di DPR RI 1999-2024.

Baca juga: Bank Jambi Tegaskan Dana Nasabah Aman, Kerugian Akibat Gangguan Sistem Telah Diganti

Walikota Alfin Ikuti RUPS Bank Jambi, Perkuat Sinergi Bank Daerah untuk Pembangunan

Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Kelas Menengah Turun : Biaya Hidup Makin Berat
Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Opini

Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil
Awal Bulan Cuan! 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Tercepat Desember 2025

Keuangan

Awal Bulan Cuan! 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Tercepat Desember 2025
Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat

Artikel

Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat
Membangun Rel Kereta Api Luar Jawa Penting: Tapi 142 Ribu Km Jalan Rakyat di Daerah Rusak Parah Jauh Lebih Penting

Opini

Membangun Rel Kereta Api Luar Jawa Penting: Tapi 142 Ribu Km Jalan Rakyat di Daerah Rusak Parah Jauh Lebih Penting

Opini

*Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media*

Life

Harga Obat di Indonesia 6 Kali Lebih Mahal dari India: Kita Bisa Apa?

Opini

Mahasiswa di Sponsori atau Nalar yang Terbakar?