Home / Opini

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:20 WIB

Daripada Jadi Polemik Lupakan Sawit

Dedi Asikin - Penulis

Koransakti.co.id- Ending Maulana tokoh petani jagung di Tasikmalaya Selatan menyarankan daripada jadi polemik warga Jawa Barat Lebih baik melupakan keinginan bertanam sawit.

Lebih baik kata dia menanam kelapa biasa, aren (bahan gula aren) di kombinasikan dengan jagung. Itu lebih baik khususnya bagi warga petani Tasikmalaya selatan.

Ucapan dan pendapat tokoh petani jagung di Tasikmalaya Selatan cukup mendasar dan beralasan kuat.
Dulu sejak jaman penjajahan sampai awal kemerdekaan Tasik Selatan itu sempat menjadi penghasil kopra terbesar.

Tanaman kelapa itu berjejer mulai Cipatujah yang waktu itu masih merupakan sebuah desa di kecamatan Bantakalong Salopa hingga Cikalong Sepanjang 204 km dari Citeras garis pantai lautan Hindia. Produksi kopra yang merupakan hilirisasi dari kelapa mencapai tonase dengan lalu lintas uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Jangan lupa nilai rupiah waktu Itu sangat tinggi.

Baca juga :   Sebuah Opini ‘The Art of Dreaming’

Sekarang produksi kopra boleh di kata sudah terhenti cuma tinggal sedikit dan sporadis secara orang perorang. Itu terjadi kerena meningkatnya perdagangan kelapa muda. Bahkan sekarang mulai melirik ke buah kelapa kopyor.

Ending punya visi yang boleh di banggakan jika masyarakat mulai kembali menanam kelapa biasa dengan misalnya menanam bibit varietas hibrida yang produksinya lebih besar. Gula aren atau gula Kawung adalah gula yang banyak di cari masyarakat.

Baca juga :   No Sawit Bapak Aing Dalam Kontroversi

Untuk menanam aren di perlukan teknologi sepesial yang belum di temukan melalui kajian secara ilmiah. Tapi Ending yakin bisa di temukan. Artinya memang matching jika di kombinasikan dengan peningkatan tanaman jagung yang sudah mulai berkembang dengan produksi 250 ton.

Pemerintah kata Ending harus turun tangan secara totalitas. Mulai dari penyuluhan cara tanam yang baik perluasan lahan dan modal kerja serta penerapan teknologi tanam yang lebih modern.

Dari pada jadi polemik berkepanjangan, Lebih baik Kompas atau buat jalan tol alam pikir. Begitu alam pikir Ending Maulana yang tak salah kalau di tafsir mewakili petani Tasikmalaya Selatan. Mudah mudahan manfaat dan maslahat.

Berita ini 33 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

BECIK KETITIK OLO KETORO 

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Opini

Selamat Datang Minyak Rusia

Opini

Mahasiswa di Sponsori atau Nalar yang Terbakar?

Opini

Sekitar 175 juta Rakyat Indonesia mengonsumsi Tempe Terdampak : Melemahnya Rupiah terhadap dolar

Opini

Top 3 propinsi economic growth Tinggi Tapi Stunting Juga Tinggi

Opini

Apakah sekitar Rp 1.600 triliun hasil ekspor sawit dan tambang kembali ke Indonesia?

Opini

Antara MASDUKI dan DUMISAKE
error: Content is protected !!