Sekitar 175 juta Rakyat Indonesia mengonsumsi Tempe Terdampak : Melemahnya Rupiah terhadap dolar
Koransakti.co.id- Walaupun kedele sebagai bahan baku Tempe
tidak dapat tumbuh optimal di Indonesia, namun Tempe menjadi makanan populer di Indonesia.
Menurut Gabungan Koperasi Tahu Tempe (Gakoptindo) pada tahun 2024 : 170 juta orang Indonesia mengonsumsi Tempe. Bahkan tanggal 6 Juni di peringati sebagai Hari Tempe Nasional.
Tempe menjelma menjadi kearifan lokal yang melegenda.
Setiap 100 gram tempe mengandung 20 gram protein yang kaya asam amino esensial dan non esensial. Bagus buat diet rendah kolesterol.
Dari mana datangnya kedele?
Kebutuhan kedele di Indonesia per tahun 2,7 juta ton. Pada tahun 2025 Indonesia mengimpor 2,5 juta ton kedele : 90 % berasal dari Amerika Serikat, selebihnya dari Brazil, Argentina, dan Kanada.
Apa yang menjadi soal?
Pada saat terjadi fluktuasi nilai tukar : rupiah melemah, harga kedele otomatis naik. Karena transaksi dengan eksportir kedele di luar negeri menggunakan US dolar.
Saat ini harga kedele di tingkat distributor di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta telah mencapai Rp 12.000 lebih per kg. Sedangkan di pedagang pasar harga per kg kedele telah mencapai Rp 20.000. Padahal sebelumnya berkisar Rp 8.000 – Rp 9.000 per kg.
Walaupun Rakyat di desa tidak pakai dolar namun mereka terkena dampak dari melemahnya rupiah terhadap dolar.
Semoga Rakyat Indonesia tetap kuat dan sehat. InsyaAllah
Penulis: 
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia
Rupiah Tembus Rp17.500, Menteri Bahlil Kaji Ulang Subsidi dan Harga BBM















