Home / Opini

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:53 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Bukanlah hal yang mengejutkan bila ada provinsi di Indonesia yang pertumbuhan ekonominya di atas capaian pertumbuhan ekonomi nasional 5,61%. Bahkan ada provinsi yang pertumbuhan ekonominya di atas dua digit, contohnya NTB dengan pertumbuhan ekonomi 13,64% pada kuartal I tahun 2026.

Berdasarkan Perda No. 15 Tahun 2025, APBD Provinsi NTB tahun 2026 sebesar Rp 5,62 triliun, dengan jumlah penduduk 5,7 juta jiwa.

Sektor apa yang mendorong pertumbuhan tinggi?

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di NTB didominasi oleh sektor pertambangan, hilirisasi, dan pertanian. Walaupun demikian, terdapat juga peningkatan sektor lainnya secara inklusif.

Baca juga :   Efek Domino Geopolitik Regional Iran–Israel Bagi Indonesia Menurut Opini Prof Muhammad M Said

Salah satu ciri pertumbuhan berkualitas adalah terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dapat di ukur dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan AKB (Angka Kematian Bayi).

IPM NTB sebesar 73,97 dan berada pada urutan 27 dari 38 provinsi. AKB mencapai 24,64 per 1.000 kelahiran hidup. Capaian tersebut jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 16 per 1.000 kelahiran hidup.

Terlihat tidak terdapat korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan IPM dan AKB, yang lazim di gunakan PBB untuk mengukur keberhasilan pembangunan dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Baca juga :   Jelang Ramadan, Wawako Azhar Ajukan Penguatan Stabilitas Pangan ke Bapanas

Ke depan di usulkan agar pemerintah daerah lebih meningkatkan investasi, digitalisasi UMKM, perbaikan infrastruktur terutama jalan kabupaten, optimalisasi BUMD, serta pengembangan SDM secara berkelanjutan.

Semoga NTB tetap jaya. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Digitalisasi UMKM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pelaku Usaha Manfaatkan Pembayaran Non-Tunai

Kemenko Polkam Perkuat Digitalisasi Perlinsos Berbasis Data Kependudukan Nasional

Update Ekonomi: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik Menjadi USD 938,87 per MT

 

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Purbaya Pergi: Suahasil Nazara sebagai Pengganti
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Opini

Beda Habibie dan Prabowo

Opini

11 Tahun Kerinci Time

Keuangan

“Lapangan Banteng” Top Ekonomi Tumbuh 5,61% : Gubernur BI Keteteran Rupiah Nyungsep Rp 17.400.

Opini

Kemarau Panjang Air Sungai Surut : Roda Kehidupan Tersendat

Opini

Perang di Timur Tengah Dampaknya Mendunia: Semoga Perdamaian Segera Terwujud

Opini

Gaza dan Umat Islam Terlanda Konflik Butuh Bantuan Nyata: Bukan Retorika

Opini

Efek Domino Geopolitik Regional Iran–Israel Bagi Indonesia Menurut Opini Prof Muhammad M Said