Home / Ekonomi / Kebijakan / Opini

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:04 WIB

Pemangkasan Anggaran MBG akan Hemat Rp235 Triliun

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Dalam sejarah politik anggaran Indonesia, belum pernah ada lembaga mendapat anggaran Rp335 triliun seperti BGN dalam setahun. Ini karena MBG punya political will tinggi.

Hingga April 2026 telah menjangkau 62 juta orang dengan realisasi anggaran Rp70,2 triliun. Kita menunggu hasil audit yang akan menunjukkan berapa sesungguhnya uang di gunakan untuk makanan siswa.

Kondisi riil saat ini:

Pertama, per 3 Mei 2026 rupiah melemah ke Rp17.394 per dolar AS. Dampaknya besar: beban pembayaran utang dan bunga utang meningkat, harga impor bahan baku tambah mahal. Produk olahan gandum seperti roti dan mie akan naik, juga tempe dan tahu dari kedelai impor. Rakyat kecil semakin tertekan.

Kedua, harga minyak mentah melonjak. Subsidi BBM akan semakin besar dan menekan APBN.

Baca juga :   Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H Bersama Diaspora Indonesia di Paris

Ketiga, lembaga pemeringkat seperti Fitch, Moody’s, dan S&P masih memberi peringkat BBB dengan prospek negatif. Ini memengaruhi persepsi investor dan aliran modal.

Keempat, utang jatuh tempo 2026 Rp883,96 triliun, bunga utang hampir Rp 600 triliun.

Kelima, perang belum jelas kapan berakhir. Bahkan jika selesai, distribusi minyak belum tentu normal karena perbaikan fasilitas, pembersihan ranjau laut, risiko asuransi, dan keamanan Selat Hormuz masih jadi tantangan dan butuh waktu.

Saat anggaran MBG di tetapkan, perang Timur Tengah belum terjadi. Harga minyak masih mendekati asumsi di APBN. Kini situasi berubah total. Tekanan fiskal meningkat.

Tahun lalu pagu MBG Rp71 triliun terserap hanya Rp51,5 triliun (72,5%).

Kita menyarankan untuk tahun 2026: anggaran MBG di revisi menjadi Rp100 triliun. Bila di setujui akan memberi bantalan fiskal Rp235 triliun. Program tetap berjalan dengan revisi target, fokus pada daerah dengan stunting tinggi.

Baca juga :   Ketua DPC Gerindra Kerinci Irwandri, Dukung Kepemimpinan Baru BGN, Optimistis Program MBG Semakin Berkualitas dan Tepat Sasaran

Daerah dengan fiskal kuat seperti Jakarta dapat membiayai sendiri. BGN supaya lebih prudent dan fokus pada belanja yang benar-benar urgen.

Siapa yang menyampaikan dan memutuskan cost cutting MBG? DPR sulit di harapkan dalam konstelasi politik sekarang. Anggota Kabinet Merah Putih tidak akan berani. Harapan hanya pada Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto di yakini piawai membaca situasi fiskal saat ini. Semoga MBG tetap berjalan dan fiskal aman. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Kebijakan Tertutup Menutup Ruang Partisipasi Publik Dalam Program MBG

 

 

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Harga Emas Hari Ini, Minggu 19 Oktober 2025: Antam di Pegadaian Anjlok Rp63 Ribu

Bisnis

Harga Emas Hari Ini, Minggu 19 Oktober 2025: Antam di Pegadaian Anjlok Rp63 Ribu

Opini

*Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media*
Edukasi Pajak: Membedah Perbedaan Mendasar Harta PPS dan Investasi PPS

Edukasi

Edukasi Pajak: Membedah Perbedaan Mendasar Harta PPS dan Investasi PPS

Dinamika

Wako Alfin: Transformasi Pasar Beringin Jaya Pembangunan  Terencana

Kebijakan

Langgar Aturan di Tengah Darurat, Bupati Aceh Selatan Diskors 3 Bulan
Berburu Takjil: Ritual Manis yang Menyatukan Hati di Bulan Ramadan

Bisnis

Berburu Takjil: Ritual Manis yang Menyatukan Hati di Bulan Ramadan
IHSG Anjlok di Sesi I, Saham Prajogo Pangestu (BREN, TPIA, CUAN) Kompak Jadi Pemberat

Bisnis

IHSG Anjlok di Sesi I, Saham Prajogo Pangestu (BREN, TPIA, CUAN) Kompak Jadi Pemberat

Opini

Mengenakan Biaya ke Setiap Kapal yang Melewati Selat Malaka: Berisiko Tinggi