Koransakti.co.id, Sungai Penuh- Tren digitalisasi terus mengubah wajah perekonomian lokal. Di Kota Sungai Penuh, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini mulai beralih ke sistem pembayaran non-tunai dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM, lebih dari 1.200 pelaku usaha telah menggunakan QRIS dan dompet digital dalam transaksi sehari-hari. Langkah ini di yakini mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Analis Keuangan Lokal, Roni Saputra, SE., penerapan digitalisasi pada UMKM bisa menaikkan omzet hingga 20–30 persen karena membuka akses pasar nasional.
“Selain mempermudah transaksi, sistem non-tunai juga membantu pelaku usaha memiliki catatan keuangan yang lebih transparan dan mudah di analisis untuk pengajuan kredit usaha,” ujarnya.
Sementara itu, perbankan daerah juga gencar memberikan dukungan. Bank Jambi misalnya, meluncurkan program “UMKM Go Digital” yang memfasilitasi pelatihan literasi keuangan dan promosi produk lokal melalui marketplace resmi.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menyambut baik perkembangan ini sebab digitalisasi menjadi kunci untuk memperkuat daya saing ekonomi masyarakat.
“Kami terus mendorong sinergi antara sektor keuangan, pemerintah, dan pelaku usaha agar ekosistem digital semakin matang di daerah,” jelasnya.
Dengan meningkatnya adaptasi teknologi di sektor UMKM, Sungai Penuh di harapkan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jambi bagian barat.**















