Home / Opini

Selasa, 28 April 2026 - 02:45 WIB

Selamat Datang Minyak Rusia

koransakti - Penulis

Penulis:

Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR (Prof RDM), Politisi Senior, Eks Ketua BPK RI & Analis Politik Anggaran, Pangan dan Health Economic

Koransakti.co.id- Walau ada judul berita media tertentu “Tak ada diskon minyak untuk Indonesia” yang kemudian di bantah oleh Kedutaan Besar Rusia di Jakarta (17 April 2026), Indonesia tetap berhasil memperoleh minyak Rusia 150 juta barel. Cukup untuk membantu kebutuhan minyak mentah nasional. Tahun 2025, Indonesia mengimpor minyak mentah sekitar 135,33 juta barel.

Kepastian tersebut di ungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, kepada media pada 23 April 2026: “Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari Pemerintah Rusia 150 juta barel minyak mentah.”

Baca juga :   Rupiah Tembus Rp17.500, Menteri Bahlil Kaji Ulang Subsidi dan Harga BBM

Kita yakin ini hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, tanggal 13 April yang lalu.

Sebagai produsen minyak nomor dua terbesar di dunia, Rusia memproduksi lebih dari 10 juta barel minyak mentah per hari. Sebagian besar berasal dari ladang minyak di Siberia Barat. Produksi minyak Rusia di dominasi oleh perusahaan nasional Rusia, Rosneft, yang berkantor di Sofiyskaya Embankment di pinggir Sungai Moskva, dekat Kremlin, dan di pimpin oleh Igor Sechin, doktor ekonomi yang menguasai bahasa Portugis dan Prancis.

Beberapa catatan:

Pertama, di tengah krisis energi global yang terjadi saat ini, kita bersyukur Indonesia terhindar dari krisis BBM. Lihatlah negara tetangga seperti Filipina, Sri Lanka, dan Bangladesh yang sudah mengalami krisis BBM kronis.

Baca juga :   Mata Uang Rupiah Sakit: Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?

Kedua, di perlukan tim pemerintah yang kuat dan kredibel, menguasai teknis oil and gas trading serta diplomasi dagang untuk segera menindaklanjuti komitmen 150 juta barel ini.

Ketiga, dalam situasi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, yang terpenting adalah ketersediaan pasokan minyak mentah terlebih dahulu; harga dapat di negosiasikan, baik B to B maupun G to G. Tanpa pasokan, risiko ekonomi dan politik sangat besar. Karena itu, media di harapkan tetap berpijak pada fakta, mengingat energi adalah urat nadi ekonomi nasional.

Semoga minyak Rusia segera tiba demi ketahanan energi kita. InsyaAllah.

Bol’shoy spasibo… Ura Rusia…

 

 

 

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Waspada Kebakaran Hutan

Jakarta

Partai UKM Indonesia, Rumah Kaum Nasionalis Inklusif

Opini

Gandum Impor dan Dolar Amerika

Opini

Berhemat Lewat WFH

Opini

Fundamental Ekonomi Indonesia Bagus, Stabilitas Politik Mantab : Mengapa Reaksi Pasar Tetap Negatif ?

Opini

Telkom di Investigasi Badan Federal Amerika Serikat: Hadapi Saja

Opini

Sejak Tahun 1500 an, Warga India Hadir di tengah Kota Pariaman

Opini

Menafsir Simbol “08” dan “80 Tahun” RI Kepemimpinan Prabowo Subianto