Home / Opini

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:03 WIB

Lagi Dana Pensiun Jadi Korban Penggelapan Rp 850 Miliar: PM Anwar Ibrahim Perintahkan Investigasi.

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Dana pensiun pegawai memang menjadi sasaran empuk penggelapan dan manipulasi. Di Indonesia, cerita pilu tentang penggarongan dana pensiun: baik milik Badan Usaha Milik Negara maupun swasta bisa di buat 100 di sertasi doktor untuk mengulitinya. Bahkan perkaranya berbuntut panjang sampai sekarang.

Mengapa dana pensiun selalu menjadi sasaran empuk penggelapan berkedok investasi? Karena dana pensiun merupakan dana segar dan relatif mudah di cairkan bila manajemen pengelola setuju. Tidak serumit seperti proses pinjaman kredit bank.

Terbongkarnya kasus Dana Pensiun Publik Malaysia oleh perusahaan Startup eFishery yang menyebabkan kerugian sekitar Rp 850 miliar bermula dari whistleblower yang melaporkan: kemudian di lakukan penyelidikan oleh Dewan Pengawas Internal yang menunjuk FTI Consulting: perusahaan yang fokus mengusut penipuan dan audit forensik. Akhirnya terkuak manipulasi laporan keuangan yang berujung: penipuan dan penggelapan dana investor.

Baca juga :   Reksa Dana atau Emas: Mana Investasi Terbaik untuk Pemula? Ini Bedanya!

Akhirnya masalah penggelapan dan manipulasi oleh perusahaan Startup eFishery menjadi masalah politik sampai ke Dewan Negara Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sudah meminta “Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia” mengusut tuntas kasus penggelapan dan penipuan investasi Dana Pensiun Publik dan meminta KWAP (Kumpulan Wang Persaraan) -semacam Pengelola Dana Pensiun- untuk kooperatif.

Baca juga :   Gandum Impor dan Dolar Amerika

Karena perusahaan Startup yang terlibat berasal dari Indonesia, semoga kasus ini cepat menjadi terang dan tidak sampai merusak hubungan antarnegara.

Kepada Pengelola Dana Pensiun, kita ingatkan berhati-hati dan correct: karena mengelola dana segar yang besar: menjadi incaran “Monster” berkedok investor. Dan jutaan orang berharap imbal positif dari dana pensiun miliknya, sehingga dapat hidup layak di saat usia senja.

Cukup sudah kasus Jiwasraya, Asabri dan juga kasus Taspen menjadi catatan hitam sejarah dana pensiun di Indonesia. InsyaAllah.

Penulis:

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jakarta

Partai UKM Indonesia, Rumah Kaum Nasionalis Inklusif

Opini

ITU MAH DRAMA, KANGĀ 

Opini

Tanjung Verde: Fenomenal Mengguncang Piala Dunia

Opini

Fundamental Ekonomi Indonesia Bagus, Stabilitas Politik Mantab : Mengapa Reaksi Pasar Tetap Negatif ?

Opini

Paradok Batubara Indonesia: Produksi 790 Juta Ton tapi PLN Kekurangan 20 Juta Ton

Opini

Mahasiswa di Sponsori atau Nalar yang Terbakar?

Opini

Kenaikan Drastis PAD Pekanbaru

Opini

Hidup Sederhana Gaya India