Home / Opini

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:11 WIB

Perang di Timur Tengah Dampaknya Mendunia: Semoga Perdamaian Segera Terwujud

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Perang yang di mulai 28 Februari 2026 di Timur Tengah berdampak luas secara global. Kenaikan harga minyak mentah dan LNG menyebabkan “krisis energi global”. Bahkan sampai ke Amerika Serikat sendiri: harga BBM di Amerika telah mencapai US$ 4,5 per galon rata-rata nasional. Sebelumnya hanya US$ 2,9 per galon.

Di Eropa, harga avtur melonjak menjadi US$ 1.800 per metrik ton, dua kali lipat dari harga sebelum perang yaitu US$ 750 per metrik ton. Separuh pasokan avtur Eropa berasal dari Timur Tengah.

Di kawasan Asia, terutama Filipina, Bangladesh, dan Sri Lanka, telah terjadi antrean panjang dan “panic buying” BBM.

Di beberapa negara Asia lainnya juga telah terjadi kenaikan harga BBM yang berimbas terhadap harga makanan, transportasi, dan bahan kebutuhan masyarakat lainnya.

Baca juga :   Kunjungan Prabowo ke Parade Militer Tiongkok, Sinyal Politik Bebas Aktif Indonesia

Hanya Rusia dan China yang di untungkan oleh perang di Timur Tengah.

China menikmati harga minyak Iran dengan diskon relatif besar. China merupakan pembeli 90% minyak Iran. Rusia setiap hari menikmati keuntungan sekitar Rp 2,4 triliun dari kenaikan harga minyak.

Dari pajak minyak, Rusia memperoleh sekitar Rp 145 triliun pada bulan April 2026, dua kali lipat di bandingkan bulan Maret 2026.

Perang di Timur Tengah bukan saja menyebabkan terganggunya pasokan 20% minyak mentah melalui Selat Hormuz, tetapi juga terganggunya logistik global yang keluar dan masuk ke negara-negara Timur Tengah.

Di samping itu, Selat Hormuz merupakan jalur kabel optik global yang sangat strategis dalam layanan digital dari dan ke negara-negara kawasan Teluk.

Baca juga :   Saham terkonsentrasi pada segelintir orang : Dana Asing Kabur

Iran sebagai negara yang terlibat langsung dalam perang mengalami kerugian serius. Korban meninggal, termasuk wanita dan anak-anak, sekitar 4.000 orang. Termasuk Almarhum Ayatullah Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Kerusakan infrastruktur sangat masif, termasuk infrastruktur pendidikan dan kesehatan.

Walau gencatan senjata di nyatakan berlaku mulai tanggal 8 April 2026, Perjanjian Perdamaian belum terwujud karena proses negosiasi sedang berjalan. Kita berharap perjanjian damai segera terwujud. Selat Hormuz dapat terbuka dan di lalui oleh semua kapal berbendera apa pun.

Semoga perdamaian segera tiba dan Selat Hormuz terbuka seperti sediakala. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh 95%, Krisis Energi Global Mengancam Pasca Perang

Berita ini 24 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

*Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik*

Jakarta

NIKAH POLITIK, TUDUHAN YANG MENODAI SAKRALITAS PERINTAH TUHAN

Opini

Berhemat Lewat WFH

Opini

Gandum Impor dan Dolar Amerika

Jakarta

Sengketa Tanah Desa Wadas dan Negara (Pemerintah) Dari Sudut Pandang Demokrasi Ekonomi Implementasi Demokrasi Pancasila

Daerah

Renungan di Awal tahun 2022

Jakarta

Sebuah Opini ‘The Art of Dreaming’

Opini

Houthi Makin Ganas, Bandara Riyadh Dirudal, tapi Makkah dan Madinah: Garis Merah!