Home / Opini

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:24 WIB

Heboh virus hanta di kapal pesiar: Kebersihan Lingkungan dan Deteksi Dini Menjadi Penting

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Di era globalisasi sekarang ini, kejadian apa pun di belahan dunia lain seketika dapat kita ketahui. Ada yang sangat berdampak secara global, ada juga yang tidak.

Kasus virus hanta yang terjadi di Kapal Pesiar MV. Hondius menyebabkan 3 orang meninggal dan ratusan orang terjebak. Sekitar 149 awak dan penumpang harus di evakuasi.

Kapal Pesiar MV. Hondius sedang menjalani pelayaran dari Argentina menuju Tanjung Verde di Afrika Barat. Karena kasus virus hanta, kapal di larang berlabuh dan terpaksa bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol (berjarak sekitar 3 jam penerbangan ke Madrid). Dari sini evakuasi di lakukan ke Afrika Selatan dan Belanda.

Baca juga :   Aset Temasek Holding 1/2 Danantara: Laba Bersih Rp 444 T Lebih

Apakah kita terdampak?

Terdapat 1 orang WNA Inggris yang bekerja di Indonesia teridentifikasi pernah kontak erat dengan kasus virus hanta di kapal MV. Hondius. Direktorat Penanggulangan Penyakit Indonesia bergerak cepat dan yang bersangkutan di nyatakan negatif.

Apa sebenarnya virus hanta dan riwayat epidemiologis di Indonesia?

Virus hanta adalah kelompok virus yang di tularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus, melalui urine, kotoran, atau air liur. Virus hanta mulai terdeteksi di Indonesia pada 2024. Jumlah kasus sekitar 23 sejak 2024–2026.

Baca juga :   Dikira Sehat, Ternyata Air Kelapa Berbahaya bagi 5 Orang dengan Kondisi Ini (Waspada!)

Apa yang perlu di lakukan?

Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal menjadi hal yang sangat penting. Jangan memberi celah bagi keberadaan tikus. Selain itu, segera melapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat bila di temukan gejala mirip flu.

Semoga kita terhindar dari virus hanta dan virus lainnya. Jaga kesehatan. InsyaAllah.

Penulis:

 

Baca juga : Waspada! Gejala Hantavirus Mirip Flu Biasa, Kenali Perbedaan Fatalnya

Dinkes DKI Pastikan Hantavirus di Jakarta Bukan Varian Andes, Masyarakat Tak Perlu Panik!

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Makkah Terancam Drone Houthi? Mengapa Negara Islam Diam?

Opini

Hati-Hati Penipu di Mana-Mana: Resepsi Pernikahan Pengantin Muda Jadi Berantakan

Opini

Kelas Menengah Turun : Biaya Hidup Makin Berat

Opini

Cara Bertani Kembali ke Alam

Opini

Paradok Batubara Indonesia: Produksi 790 Juta Ton tapi PLN Kekurangan 20 Juta Ton

Opini

Pinjaman Online dan Paylater mencapai Rp 100 Triliun: Hati-Hati Tergantung Utang

Opini

Sejak Tahun 1500 an, Warga India Hadir di tengah Kota Pariaman

Opini

11 Tahun KerinciTime Berita Tak Akan Berakhir