Koransakti.co.id- Di era globalisasi sekarang ini, kejadian apa pun di belahan dunia lain seketika dapat kita ketahui. Ada yang sangat berdampak secara global, ada juga yang tidak.
Kasus virus hanta yang terjadi di Kapal Pesiar MV. Hondius menyebabkan 3 orang meninggal dan ratusan orang terjebak. Sekitar 149 awak dan penumpang harus di evakuasi.
Kapal Pesiar MV. Hondius sedang menjalani pelayaran dari Argentina menuju Tanjung Verde di Afrika Barat. Karena kasus virus hanta, kapal di larang berlabuh dan terpaksa bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol (berjarak sekitar 3 jam penerbangan ke Madrid). Dari sini evakuasi di lakukan ke Afrika Selatan dan Belanda.
Apakah kita terdampak?
Terdapat 1 orang WNA Inggris yang bekerja di Indonesia teridentifikasi pernah kontak erat dengan kasus virus hanta di kapal MV. Hondius. Direktorat Penanggulangan Penyakit Indonesia bergerak cepat dan yang bersangkutan di nyatakan negatif.
Apa sebenarnya virus hanta dan riwayat epidemiologis di Indonesia?
Virus hanta adalah kelompok virus yang di tularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus, melalui urine, kotoran, atau air liur. Virus hanta mulai terdeteksi di Indonesia pada 2024. Jumlah kasus sekitar 23 sejak 2024–2026.
Apa yang perlu di lakukan?
Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal menjadi hal yang sangat penting. Jangan memberi celah bagi keberadaan tikus. Selain itu, segera melapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat bila di temukan gejala mirip flu.
Semoga kita terhindar dari virus hanta dan virus lainnya. Jaga kesehatan. InsyaAllah.
Penulis:
Baca juga : Waspada! Gejala Hantavirus Mirip Flu Biasa, Kenali Perbedaan Fatalnya
Dinkes DKI Pastikan Hantavirus di Jakarta Bukan Varian Andes, Masyarakat Tak Perlu Panik!















