Home / Opini

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Merosotnya Industri Mobil Jerman : Terlambat switch ke mobil listrik?

koransakti - Penulis

Merosotnya Industri Mobil Jerman : Terlambat switch ke mobil listrik?

Koransakti.co.id- Ungkapan setiap Era ada orangnya dan setiap orang ada Eranya juga berlaku di industri otomotif dunia. Kalau dulu mobil Jerman mendunia dengan merek VW, BMW, dan Mercedes Benz, kini secara pasti di kalahkan oleh industri mobil China.

Fakta ini bukan hanya kita saksikan di sepanjang jalan raya di Indonesia, tetapi juga beberapa Negara Eropa, Amerika dan Afrika.

Pada semester pertama tahun 2026 China memproduksi 7.446 juta unit mobil dan 5.096 juta unit di antaranya di ekspor ke pasar global. Sedangkan Jerman hanya memproduksi 1.5 juta unit mobil.

Baca juga :   Porsche Gelar Open House di Jakarta: Pamerkan Macan Electric Hingga Tawarkan Trip VIP ke Jerman

Mengapa Jerman kalah saing dengan China?

Pertama, terlambat melakukan transisi ke mobil listrik, yang menjadi trend secara global.

Kedua, tingginya biaya energi di Jerman karena berakhirnya era gas murah dari Rusia, menyebabkan industri besar dan UMKM pemasok tidak mampu bersaing.

Ketiga, permintaan Global menurun drastis

Keempat, perkembangan ekonomi yang relatif stagnan

Baca juga :   Gak Jago Desain? VinFast Gelar Sayembara Rp1,3 Miliar, Voting Saja Bisa Menang Jutaan!

Kelima, biaya hidup relatif tinggi.

Kebijakan Industri yang terlambat melakukan switch sesuai trend pasar Global dan kebijakan luar negeri pemerintah terhadap negara yang selama ini “Menyumbang” Gas dan energi murah berpengaruh terhadap industri dan ekonomi dalam negeri.

Kita harus memetik pelajaran dari apa yang terjadi di industri otomotif Jerman.

Sehingga kita terhindar dari kebijakan strategis yang tidak relevan dengan kepentingan nasional. Insya Allah

Penulis:

Baca juga: Konsistensi Kebijakan Insentif Kendaraan Listrik

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Opini

“Serigala Berbulu Domba”: Hati-Hati Mempercayakan Dana

Keuangan

Balada Bank Jambi : Bank “Tidak Baik-Baik Saja”
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Opini

Rugi Bandar

Opini

BECIK KETITIK OLO KETORO 

Opini

Rahasia Psikologi Hotel: Mengapa Kamar Penginapan Jarang Memasang Jam Dinding?

Opini

Hidup Sederhana Gaya India

Opini

Saham terkonsentrasi pada segelintir orang : Dana Asing Kabur