Home / Opini

Jumat, 17 April 2026 - 02:33 WIB

Bung Karno Nonblok, Prabowo Go To The Block

Dedi Asikin - Penulis

Bung Karno (Ir.Soekarno), mantan Presiden Pertama Republik Indonesia

Bung Karno (Ir.Soekarno), mantan Presiden Pertama Republik Indonesia

Koransakti.co.id- Dulu, Soekarno mati-matian mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif: tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana. Ia tidak tunduk pada Nikita Khrushchev dari blok Timur, juga tidak ikut arus John F. Kennedy sebagai simbol Barat.

Sebaliknya, Bung Karno justru menggagas kekuatan alternatif bersama Fidel Castro, yang kemudian melahirkan semangat Gerakan Non-Blok. Sebuah sikap tegas: tidak berpihak, tapi tetap berdaulat.

“Teu kaditu, teu kadieu,” kata Boys Iskandar dalam diskusi santai. Namun, menurut Wisnu Wardhana, Amerika tetap mencurigai Indonesia condong ke Republik Rakyat Tiongkok. Bahkan, hubungan dengan Dwight D. Eisenhower sempat merenggang, hanya karena dalam rombongan Bung Karno terdapat D. N. Aidit.

Baca juga :   Pemuda Panca Marga sebagai Garda Bangsa

Sejarah mencatat: meski memilih non-blok, Indonesia tetap dianggap “berpihak” oleh kekuatan besar.

Kini, di era Prabowo Subianto, arah itu dinilai sebagian pihak mulai bergeser. Bukan lagi sekadar bebas aktif, tapi cenderung “go to blok”. Ketika konflik global memanas, seperti ketegangan Amerika–Iran, Indonesia justru tampil menawarkan diri sebagai penengah.

Baca juga :   ITU MAH DRAMA, KANG 

Di satu sisi, ini bisa dilihat sebagai peran strategis. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran: apakah ini masih netral, atau mulai masuk orbit kepentingan blok tertentu?

Wisnu mengingatkan dengan nada sederhana tapi dalam: hati-hati melerai orang berkelahi—salah-salah, bisa kena bogem mentah. Niat baik, tidak selalu berujung baik.

Nah, di titik ini pertanyaannya sederhana:
masihkah kita setia pada semangat non-blok ala Bung Karno, atau perlahan mulai memilih sisi?

Nah tuh, Mas Bowo. ***

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Antara MASDUKI dan DUMISAKE
Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

Opini

Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

Nasional

Pemuda Panca Marga sebagai Garda Bangsa

Opini

BECIK KETITIK OLO KETORO 

Jakarta

Sengketa Tanah Desa Wadas dan Negara (Pemerintah) Dari Sudut Pandang Demokrasi Ekonomi Implementasi Demokrasi Pancasila

Opini

Mahasiswa di Sponsori atau Nalar yang Terbakar?

Opini

*Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik*

Opini

Efek Domino Geopolitik Regional Iran–Israel Bagi Indonesia Menurut Opini Prof Muhammad M Said