Home / Opini

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:30 WIB

Empati untuk 326 Kepala SMA/SMK di Sulawesi Selatan

koransakti - Penulis

Empati untuk 326 Kepala SMA/SMK di Sulawesi Selatan

Koransakti.co.id- Beredar informasi 326 Kepala SMA/SMK di Sulawesi Selatan mengundurkan diri atau di minta mundur oleh atasannya. Bila ini benar terjadi, akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah karena akan terjadi kekosongan manajerial sekolah secara definitif, walau bisa di tunjuk pelaksana tugas.

Kepala Sekolah bertugas melaksanakan fungsi manajerial sekolah terutama dalam proses penerimaan murid baru saat ini, melaksanakan supervisi dan mendorong keberhasilan program sekolah lainnya.

Bermula dari temuan pemeriksaan yang terkait pengelolaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah). Bila ada temuan pemeriksaan tinggal di tindaklanjuti. Pemeriksa akan memberi waktu bagi sekolah untuk menindaklanjuti temuan. Ikuti dan laksanakan rekomendasi pemeriksa.

Baca juga :   Mahasiswa di Sponsori atau Nalar yang Terbakar?

Apakah itu perbaikan administratif atau ada pengembalian tertentu. Tidak mungkin juga pemeriksa merekomendasikan pengunduran diri 326 kepala sekolah. Setelah rekomendasi di laksanakan, urusan harusnya selesai.

Mengapa harus mundur? Kebijakan siapa? Apakah ada kebijakan resmi meminta kepala sekolah mundur? Temuan pemeriksaan yang sudah di tindaklanjuti tidak dapat serta merta di jadikan alasan untuk meminta kepala sekolah mundur, apalagi 326 orang.

Baca juga :   Antara MASDUKI dan DUMISAKE

DPRD Sulawesi Selatan sudah tepat menyatakan: lakukan pembinaan dulu terhadap para kepala sekolah. Apakah terjadi kealpaan menafsirkan petunjuk pelaksanaan Biaya Operasional Sekolah atau ada hal lain, itulah yang harus di cermati dan menjadi dasar melakukan pembinaan.

Kita berharap proses belajar mengajar di SMA/SMK se-Sulawesi Selatan tetap berjalan normal.

Kepada pihak yang berwenang kita menyarankan lebih baik mengedepankan pembinaan internal terlebih dahulu kepada para kepala sekolah. InsyaAllah.

Penulis:

 

 

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Hampir 180.000 Jamaah Haji Indonesia Berisiko Tinggi: 4.000-an Petugas Akan Melayani?

Nasional

Pemuda Panca Marga sebagai Garda Bangsa

Opini

Antara MASDUKI dan DUMISAKE

Opini

Sejak Tahun 1500 an, Warga India Hadir di tengah Kota Pariaman

Opini

Bagaimana SDM Kita kedepan?Perguruan Tinggi Unggul (A) Hanya 6%
Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

Opini

Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

Opini

Paradok Batubara Indonesia: Produksi 790 Juta Ton tapi PLN Kekurangan 20 Juta Ton

Opini

Untung Ada Prof. Dasco