Koransakti.co.id- Harga kantong plastik sebelumnya hanya Rp500, kini melonjak menjadi Rp2.000. Harga bahan baku plastik naik sekitar 45–60%.
Lonjakan harga ini di sebabkan oleh kelangkaan bahan baku plastik: naphtha dan biji plastik yang selama ini di impor dari Timur Tengah.
Pada tahun 2025, Indonesia mengimpor bahan baku plastik sekitar Rp46,32 triliun.
Plastik di gunakan secara masif karena mampu melindungi produk, memudahkan penyimpanan, dan distribusi. Plastik digunakan untuk kemasan makanan/minuman, barang konsumer, otomotif, elektronik, dan konstruksi.
Daun hanya bisa menjadi opsi pembungkus bahan makanan tradisional seperti lemper, nasi liwet, bacang, tempe, ketupat, dan buntil.
Air kemasan, mi instan, serta pipa paralon untuk konstruksi tidak mungkin di ganti dengan menggunakan daun.
Yang harus segera di lakukan adalah mencari sumber bahan baku dari negara yang tidak terkena konflik: India, Asia Tengah, dan Afrika.
Meningkatkan penggunaan plastik daur ulang sebagai pengganti bahan baku biji plastik primer.
Penggunaan bahan pengisi oleh industri seperti kalsium karbonat, talek, silika, atau kapur untuk mengurangi penggunaan biji plastik murni.
Semoga krisis plastik cepat berlalu. InsyaAllah.
Penulis : Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR
(Prof RDM), Politisi Senior, Eks Ketua BPK RI & Analis Politik Anggaran, Pangan dan Health Economic















