Home / Opini

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:15 WIB

Telkom di Investigasi Badan Federal Amerika Serikat: Hadapi Saja

koransakti - Penulis

Telkom di Investigasi Badan Federal Amerika Serikat: Hadapi Saja

koransakti.co.id- Bagi orang yang mengikuti perkembangan bursa dalam dan luar negeri, terutama New York Stock Exchange (NYSE), bukan hal baru bila Badan Pemerintah Federal Amerika Serikat (SEC) melakukan investigasi. Apalagi terhadap 140 transaksi terkait Telkom.

SEC (Securities and Exchange Commission) memang bertugas dan bertanggung jawab penuh untuk mengatur industri sekuritas, mengawasi pasar keuangan, dan melindungi para investor. Sebagai satu-satunya BUMN di bawah Danantara yang “melantai” di New York, memang di sayangkan BUMN sebesar Telkom terbelit kasus.

Apalagi kasus pengadaan fiktif. Sebut saja:

Kasus pekerjaan fiktif Rp431 miliar yang melibatkan 4 anak perusahaan Telkom, Kasus pengadaan fiktif melibatkan anak usaha: PT Sigma Cipta Caraka Rp280 miliar, Kasus tagihan fiktif PT Telkom Akses.

Baca juga :   Hanya 4 Profesi Ini yang Boleh Outsourcing Mulai Juli 2026, Cek Aturan Barunya!

Pola fraud di Telkom juga cukup ekstrem: pekerjaan pengadaan fiktif sebuah pekerjaan seolah ada, tapi “ghoib” alias tidak ada. Sangat primitif.

Tentang rentang waktu kejadian kasus yang cukup lama dengan waktu pengungkapan dan investigasi: biasa saja. Memang fraud tidak terungkap secara “real time”, bisa 5 tahun bahkan 10 tahun kemudian.

Lihatlah kasus Asabri dan Jiwasraya. Karena otoritas dan auditor juga memerlukan waktu untuk menentukan suatu kasus perlu di investigasi atau tidak. Ingat kasus Bernie Madoff di Bursa New York: total penggelapan Rp1.000 triliun, bertahun-tahun di selidiki dan di investigasi, baru terbongkar tahun 2008.

Baca juga :   Sejak Reformasi: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang Berani "Merombak dan Menata Ulang" BUMN

Kepada manajemen Telkom, hadapi saja SEC dari Amerika dengan baik. Anda bertanggung jawab terhadap Telkom hari ini, dan wajib membuka informasi yang sebenar-benarnya terjadi dulu.

Semasih ingin terdaftar dan aktif di Bursa New York, tidak ada pilihan lain selain harus bekerja sama dengan SEC dan tidak perlu juga mengeluh soal kasus lama.

Semoga di bawah Danantara tidak ada lagi kasus fiktif di BUMN. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Proyek PSEL Danantara Ramai di Lirik Investor Asing

Berita ini 30 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Fundamental Ekonomi Indonesia Bagus, Stabilitas Politik Mantab : Mengapa Reaksi Pasar Tetap Negatif ?

Opini

Kemarau Panjang Air Sungai Surut : Roda Kehidupan Tersendat
Membangun Rel Kereta Api Luar Jawa Penting: Tapi 142 Ribu Km Jalan Rakyat di Daerah Rusak Parah Jauh Lebih Penting

Opini

Membangun Rel Kereta Api Luar Jawa Penting: Tapi 142 Ribu Km Jalan Rakyat di Daerah Rusak Parah Jauh Lebih Penting

Life

Harga Obat di Indonesia 6 Kali Lebih Mahal dari India: Kita Bisa Apa?
Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Opini

Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Opini

Merdeka Sudah Lama, Sejahteranya Kapan?

Opini

Top 3 propinsi economic growth Tinggi Tapi Stunting Juga Tinggi

Opini

Untung Ada Prof. Dasco