Home / Opini / Sungai Penuh

Sabtu, 14 Mei 2022 - 08:59 WIB

Cara Bertani Kembali ke Alam

koransakti - Penulis

KoranSakti.co.id, Sungai Penuh-Seiring naiknya harga pupuk kimia dan pestisida membuat petani harus berpikir keras untuk kelangsungan pertanian dengan cara kembali ke alam.

Kenaikan harga pupuk kimia dan pestisida diatas 50 persen sementara harga produk pertanian akhir akhir ini cenderung terus menurun sehingga membuat petani harus menanggung kerugian disetiap musim tanam.Jika para petani terus bertahan menggunakan pupuk sintetis dan pestisida bisa dipastikan petani semakin ambruk dan tanah semakin tandus. Supaya tanah kembali subur dan para petani tidak mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk sintetis dan pestisida maka jalan terbaik adalah kembali ke alam dengan pola pertanian organik.

Baca juga :   Ketua DPRD Fajran Ikuti Rakor Bersama Forkompimda Terkait Persoalan Sampah

Bertani secara organik sangat menguntungkan bagi para petani itu sendiri, seperti tanah makin subur, badan sehat, tanaman sehat dan kantongpun sehat, jauh berbeda dengan cara bertani konvensional karena tanah makin tandus, badan makin ‘kurus’ dan kantongpun makin terkuras.

Baca juga :   Ciptakan Rasa Aman Nyaman di Bulan Ramadhan, Polres Kerinci Lakukan Operasi 'Pekat'

Jika para petani mau sehat, tanah sehat, kantong sehat maka jalan satu-satunya adalah kembali ke alam (organik), karena alam sudah menyediakan semua kebutuhan untuk menjadikan tanah sehat dan tanaman subur dan produk pertanian berkualitas. (Mardizal Pengiat Pertanian Organik)

Berita ini 1,248 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Diskominfosta Sungai Penuh Kembali Mengadakan Kegiatan 3 S

Advetorial

DPRD Kota Sungai Penuh laksanakan Kunjungan Kerja Komisi

Sungai Penuh

Satgas Drainase PUPR Gerak Cepat Atasi Luapan Banjir di Jalan Depati Parbo

Opini

Untung Ada Prof. Dasco

Sungai Penuh

Yatim Fest 2026 Masjid Syuhada, 32 Anak Yatim Terima Santunan

Sungai Penuh

Wakil Ketua DPRD Hadiri Gala Dinner IOX Raja 2026

Advetorial

Wako Ahmadi Hadiri ISPE 2022

Pemerintahan

Ibu-ibu di Talang Lindung Antusias Ikuti Pelatihan Pembuatan Eco Enzym