koransakti.co.id- Persaingan memperebutkan mahkota juara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini memasuki fase paling krusial. Borneo FC Samarinda kini sukses memberikan tekanan hebat kepada sang juara bertahan, Persib Bandung, yang sebelumnya tampak nyaman mendominasi puncak klasemen.
Meskipun Maung Bandung masih memimpin takhta sementara, posisi mereka kini berada dalam ancaman nyata. Hal ini terjadi setelah Pesut Etam berhasil menyamakan perolehan poin sang rival.
Persaingan Sengit hingga Pekan Pamungkas
Saat ini, kedua tim raksasa tersebut sama-sama mengemas 75 poin dari 32 pertandingan yang telah mereka lakoni. Oleh karena itu, peta persaingan menuju podium juara sangat berpotensi baru akan terjawab pada pekan terakhir kompetisi.
Melihat situasi yang sangat ketat ini, Direktur Operasional liga, Asep Saputra, langsung bergerak cepat. Pihak operator telah merancang langkah antisipasi apabila pemenang kompetisi belum juga mengerucut hingga pekan ke-33.
“Di mana pialanya? Kita akan siapkan di dua tempat kalau sampai week 33 masih belum ketahuan,” ungkap Asep Saputra secara terbuka.
Dua Kota Siaga Satu
Apabila skenario menegangkan itu benar-benar menjadi kenyataan, operator liga bakal menyiagakan trofi juara di dua kota sekaligus, yakni Bandung dan Samarinda. Pasalnya, pada pertandingan penutup nanti, Persib Bandung akan menjamu Persijap di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, Borneo FC akan menantang Malut United di markas mereka.
Sebenarnya, fenomena kejar-kejaran poin hingga detik terakhir seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di tanah air. Publik tentu masih ingat momen dramatis pada musim 2018 silam, ketika Persija Jakarta dan PSM Makassar harus saling sikut hingga laga pemungkas demi merengkuh gelar juara.
Keunggulan Head-to-Head dan Mentalitas Juara
Namun, jika kita membedah regulasi kompetisi, Persib Bandung sebenarnya sedikit berada di atas angin. Pangeran Biru memegang keunggulan head-to-head atas Borneo FC. Alhasil, andai kedua tim menyudahi musim dengan poin yang sama kuat, trofi juara otomatis akan tetap tinggal di Bandung.
Merespons tekanan ini, kapten Persib, Marc Klok, menegaskan bahwa seluruh penggawa Maung Bandung siap habis-habisan demi mempertahankan gelar juara. Ia menilai faktor mental akan menjadi pembeda di sisa laga.
Di kubu seberang, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memilih untuk menutup rapat dapur strateginya menjelang laga-laga hidup-mati ini. “Masih ada dua laga, jadi tidak boleh tahu rahasianya sekarang,” tutur pelatih asal Brasil tersebut dengan singkat.
Dengan sisa dua pertandingan ke depan, pencinta sepak bola nasional dipastikan akan disuguhi tontonan drama perebutan juara yang mendebarkan hingga peluit panjang akhir musim berbunyi. (fadil)















