Home / Kerinci

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:59 WIB

Ketua DPRD Kerinci bersama Komisi I Turun Langsung ke Semerah, Dalami Polemik Tuntutan Pemberhentian Kades Jalpahri

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id, Kerinci- Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, Irwandri, bersama jajaran Komisi I DPRD Kerinci turun langsung ke Desa Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Selasa (26/5/2026), guna menindaklanjuti polemik pasca aksi demonstrasi masyarakat yang meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci memberhentikan Kepala Desa Semerah, Jalpahri.

Kunjungan tersebut di lakukan sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap dinamika pemerintahan desa yang tengah menjadi perhatian publik.

DPRD Kerinci Bergerak Cepat Tindaklanjuti Aspirasi Warga

Dalam agenda tersebut, rombongan DPRD terlebih dahulu mendatangi Kantor Camat Tanah Cogok guna memperoleh informasi utuh dari berbagai pihak serta menggali keterangan terkait kondisi dan perkembangan persoalan yang terjadi di Desa Semerah.

Hasil komunikasi dan data yang di himpun nantinya akan menjadi bahan kajian DPRD Kerinci dalam berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Sebagai fungsi pengawasan, hari ini DPRD turun langsung ke Desa Semerah menindaklanjuti aspirasi masyarakat pasca aksi demonstrasi yang meminta pemerintah daerah memberhentikan Kepala Desa Semerah,” kata Irwandri.

DPRD Temui Langsung Kades Jalpahri

Usai melakukan pertemuan di Kantor Camat Tanah Cogok, Ketua DPRD Irwandri bersama Komisi I melanjutkan agenda dengan mendatangi kediaman Kepala Desa Semerah, Jalpahri.

Kunjungan itu di lakukan untuk mendengarkan secara langsung penjelasan, klarifikasi, serta pandangan dari Jalpahri terkait tuntutan masyarakat yang berkembang.

Irwandri menegaskan bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pemberhentian kepala desa. Meski demikian, pihaknya tetap menjalankan peran pengawasan dan konsolidasi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci guna mencari solusi terbaik.

“Kami tidak punya kewenangan memutuskan pemberhentian kepala desa, tetapi DPRD tetap melakukan konsolidasi dan pembahasan bersama pemerintah daerah agar persoalan ini di selesaikan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Jalpahri: Demo Hak Masyarakat

Sementara itu, Kepala Desa Semerah, Jalpahri, dalam keterangannya menyatakan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak masyarakat selama di lakukan secara damai dan tidak bersifat anarkis.

Ia menilai tuntutan agar dirinya mundur dari jabatan kepala desa merupakan hal wajar karena menurutnya pro kontra itu pasti terjadi di tengah masyarakat. Namun demikian Jalpahri mengaku selama memimpin Desa Semerah, ia tidak pernah melakukan pelanggaran yang bertentangan dengan aturan pemerintah maupun perundang-undangan.

Baca juga :   Samsat Kerinci Tutup Sementara 18–24 Maret 2026, Ini Penjelasan Kepala Samsat Indra Gunawan

“Silakan pecat saya kalau saya terbukti melanggar aturan yang telah di tetapkan. Tapi saya akan bertahan karena saya merasa tidak bersalah dan saya akan mengadukan persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi,kita tunggu saja hasil keputusan pemerintah” kata Jalpahri.

Ia juga menyebut bahwa sepanjang masa kepemimpinannya, dirinya belum pernah menerima surat teguran, baik secara lisan maupun tertulis, termasuk surat resmi permintaan pengunduran diri dari masyarakat.

Jalpahri juga menjelaskan kondisi pemerintahan Desa Semerah yang menurutnya mengalami kendala cukup berat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :   Gerakan Indonesia ASRI di Kayu Aro Barat, Bupati Ajak Masyarakat Budayakan Lingkungan Bersih

Ia menyebut kegiatan administrasi desa terpaksa di bantu oleh isteri dan anaknya karena anggaran desa sejak tahun 2023 di sebut tidak cair.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak pada operasional pemerintahan desa, termasuk menyebabkan sejumlah perangkat desa memilih pergi merantau ke luar daerah Kerinci untuk mencari penghidupan.

Menurut Jalpahri, keterlibatan keluarganya dalam membantu pekerjaan administrasi di lakukan semata-mata agar pelayanan dan urusan administrasi desa tetap berjalan di tengah keterbatasan sumber daya aparatur desa.

“Untuk administrasi desa, saya di bantu isteri dan anak karena kondisi desa memang mengalami kendala. Anggaran desa sejak 2023 tidak cair sehingga perangkat desa banyak yang merantau ke luar daerah Kerinci. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami upayakan berjalan,” ungkap Jalpahri.

Harap Ada Islah antara Pemerintah Desa dan BPD

Jalpahri berharap kunjungan DPRD Kerinci ke Desa Semerah dapat menjadi momentum penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawah.

Ia berharap hubungan antara pemerintah desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat kembali harmonis melalui proses islah, sehingga roda pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal dan kondusif. (Emi)

Baca juga:

Masyarakat Desa Semerah Demo di Kantor Bupati Kerinci, Tuntut Pemberhentian Kades Jalpahri

Berita ini 85 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kerinci

Humas PLTA Kerinci Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-79, Aslori Ilham: Apresiasi Kiprah Polri

Advetorial

PT. KMH Berikan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Banjir

Dinamika

Gerak Cepat PT.KMH, Aslori : Pasca Ambruk, Jembatan Tamiai Kembali Bisa Dilewati Kendaraan

Artikel

Kisah Bedil Pusaka Depati Parbo, Simbol Perlawanan Rakyat Kerinci

Advetorial

Sekda Zainal Efendi Lantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ Ke-51 Kabupaten Kerinci

Kerinci

Memperkuat Ukhuwah Islamiyah,Pabung Kodim 0417/Kerinci Hadiri Peringatan Isra Mi’raj 

Jambi

3 Bandar Narkoba Seberat 6,5 Kg  Diciduk Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kerinci

Kerinci

Dandim 0417/Kerinci Hadiri Pemakaman Istri Peltu Jamilus Anggota Koramil 05/DK.