Home / Gaya Hidup / Sains

Senin, 1 Juni 2026 - 07:28 WIB

Mengapa Perempuan Memiliki Umur Lebih Panjang daripada Laki-Laki? Ini Penjelasan Ilmiahnya

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Secara global, perempuan rata-rata memiliki harapan hidup lima tahun lebih lama daripada laki-laki. Data Our World in Data tahun 2023 bahkan menunjukkan ketimpangan yang mencolok di Vietnam, di mana perempuan mencapai usia rata-rata 79,3 tahun, sementara laki-laki hanya bertahan hingga 69,9 tahun.

Meskipun para ilmuwan belum merumuskan jawaban tunggal, kolaborasi faktor perilaku, hormon, dan evolusi genetik berhasil mengungkap tabir di balik rahasia umur panjang ini.

1. Faktor Perilaku dan Gaya Hidup yang Berisiko

Profesor Sarah Harper dari Oxford Institute of Population Ageing menjelaskan bahwa gaya hidup memegang peran besar dalam membedakan angka harapan hidup antarnegara. Di Rusia dan Ukraina misalnya, perempuan hidup 10 tahun lebih lama karena laki-laki di sana memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol yang tinggi.

Secara umum, laki-laki di seluruh dunia sering kali menerapkan pola makan yang kurang sehat dan enggan memeriksakan diri ke dokter. Faktor sosiologis dan tuntutan maskulinitas juga mendorong laki-laki untuk mengambil pekerjaan berisiko tinggi. Akibatnya, angka kematian laki-laki akibat kecelakaan lalu lintas, kekerasan, dan bunuh diri melonjak jauh lebih tinggi.

Namun, tren ini bisa berubah. Ketika Inggris gencar mengampanyekan gerakan anti-merokok pada era 1960-an dan 1970-an, angka kematian dini pada laki-laki menurun drastis dan mempersempit jarak kesenjangan usia tersebut.

Baca juga :   Rahasia di Balik Wanginya Daun Kemangi: 5 Khasiat Luar Biasa yang Wajib Anda Tahu

2. Perisai Alami: Estrogen vs Testosteron

Perbedaan biologis yang paling mencolok terletak pada hormon tubuh. Profesor Consuelo Borrás, seorang fisiolog dari Universitas Valencia, mengungkapkan bahwa hormon estrogen memberikan perlindungan luar biasa bagi perempuan. Estrogen berfungsi sebagai antioksidan alami yang menangkal radikal bebas pembawa penuaan sel, mengontrol kolesterol, memperkuat imun, serta menjaga kesehatan otak dan tulang. Ketika perempuan memasuki masa menopause dan kehilangan pasokan estrogen, risiko penyakit seperti osteoporosis pun meningkat.

Sebaliknya, laki-laki memproduksi hormon testosteron. Hormon ini memicu perilaku agresif dan kompetitif yang berbahaya. Sebuah studi tahun 2012 pada sejarah kasim Korea—laki-laki yang menjalani kastrasi (kebiri) sehingga tidak memproduksi testosteron—membuktikan bahwa mereka hidup 14 hingga 19 tahun lebih lama daripada laki-laki biasa.

3. Rahasia Evolusi dan Salinan Kromosom

Para peneliti juga mengamati rantai evolusi makhluk hidup untuk mendapat jawaban. Dr. Johanna Staerk dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology menjelaskan keunggulan genetik mamalia betina yang memiliki dua kromosom X (XX). Jika salah satu kromosom X mengalami mutasi berbahaya, salinan kromosom X yang lain akan langsung mengompensasinya. Laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X (XY) tidak memiliki cadangan perlindungan ini.

Menariknya, kondisi berkebalikan terjadi pada dunia burung. Burung jantan memiliki dua kromosom sejenis (ZZ) sementara betinanya memiliki kromosom ZW, sehingga burung jantanlah yang hidup lebih lama.

Baca juga :   Laporan UFO dan Objek Misterius Kini Dibuka ke Publik AS

Selain itu, sistem reproduksi ikut berpengaruh. Pada spesies non-monogami yang agresif (seperti singa atau gorila), pejantan menghabiskan energi besar untuk bertarung dan memperbesar tubuh demi memikat betina, yang pada akhirnya memotong usia mereka. Sementara dari sudut pandang evolusi manusia, alam mengondisikan ibu untuk hidup lebih lama agar bisa mengasuh dan memastikan anak-anak mereka bertahan hidup hingga dewasa.

Kesimpulan: Hidup Lebih Lama vs Hidup Lebih Sehat

Meskipun memenangkan kompetisi umur panjang, perempuan ternyata lebih rentan mengalami masalah kesehatan non-fatal selama hidupnya. Sistem imun perempuan yang kuat justru kerap memicu penyakit inflamasi, disertai struktur otot dan rangka yang lebih rapuh. Hal ini menyebabkan perempuan paruh baya lebih sering menderita nyeri punggung bawah, sakit kepala, hingga depresi.

Singkatnya, biologi membuat laki-laki lebih rentan terhadap kematian dini, sedangkan biologi perempuan membuat mereka lebih rentan terhadap disabilitas. Namun, para pakar sepakat bahwa takdir biologis ini bukanlah harga mati. Menjaga pola makan, rajin berolahraga, tidur cukup, dan mengelola stres dengan baik tetap menjadi kunci utama bagi semua gender untuk meraih hidup yang tidak hanya panjang, tetapi juga berkualitas.

Berita ini 25 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Perih & Menangis? (Ada Senjata Kimianya!)

Artikel

Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Menangis? Kenalan dengan Gas C3H6OS, Senjata Pertahanan Diri Tanaman!
Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!

Artikel

Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!
Rahasia Awet Muda & Langsing? Ini 12 Manfaat Ajaib Teh Hijau yang Jarang Diketahui

Gaya Hidup

Rahasia Awet Muda & Langsing? Ini 12 Manfaat Ajaib Teh Hijau yang Jarang Diketahui

Ekonomi

7 Cara Ampuh Mengatur Gaji UMR Biar Cukup Sampai Akhir Bulan
Musim durian tiba! Meski enak, hati-hati "mabuk durian". Kandungan kalori dan gas sulfur (C2H6S) di dalamnya bisa bikin gula darah melonjak dan perut kembung.

Artikel

Musim Durian Tiba! Kenapa Buah Ini Baunya Minta Ampun & Bikin “Mabuk”? Kenalan dengan Senyawa Sulfur (C2H6S) & Bahayanya Jika Kalap!
Kenapa Air Tak Mempan Cuci Minyak? Kenalan dengan Sabun (C17H35COONa), Si "Agen Ganda" yang Jenius!

Artikel

Kenapa Air Tidak Bisa Hapus Minyak, Tapi Sabun Bisa? Kenalan dengan Molekul “Dua Wajah” C17H35COONa!

Gaya Hidup

Rahasia Lemak Hijau: Mengupas Tuntas Manfaat Alpukat untuk Menurunkan Kolesterol Berdasarkan Sains
Kenapa Air Kelapa Disebut "Isotonik Alami"? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Artikel

Kenapa Air Kelapa Disebut “Isotonik Alami”? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!