Tanjung Verde: Fenomenal Mengguncang Piala Dunia
Koransakti.co.id- Tanjung Verde atau Cape Verde sebuah negara kecil berpenduduk 529.630 atau seper sepuluh penduduk Singapura dan hanya mempunyai PDB US$ 2,92 miliar: sedangkan PDB Singapura US$ 600 miliar.
Tanjung Verde bukan saja menjadi tim debutan Piala Dunia tapi mampu lolos ke babak 32 besar. Setelah menahan imbang raksasa Eropa Spanyol dan Juara Dunia 2 kali Uruguay.
Ternyata tidak sepenuhnya jumlah penduduk besar dan bergelimang uang menjadi faktor untuk bisa melaju di Piala Dunia. Tanjung Verde membuktikan hal itu.
Sebelum Piala Dunia tidak banyak orang mengenal negara Tanjung Verde atau Cape Verde.
Nama Tanjung Verde pernah menjadi Berita Dunia pada awal Mei 2026 saat menjadi titik singgah dan evakuasi penumpang kapal pesiar MV. Hondius dengan 150 penumpang karena terjadi kasus virus Andes Hantavirus.
Negara yang di sebut juga “Cabo Verde” pernah di jajah Portugis sekitar 513 tahun, terletak di Samudra Pasifik 570 km dari Pantai Barat Afrika, merdeka pada tahun 1975 dengan bahasa resmi: Bahasa Portugis.
Apa yang menyebabkan Tanjung Verde berhasil melaju di Piala Dunia?
Keberhasilan program pemain diaspora Tanjung Verde menjadi kunci utama. Separoh dari pemain Tim Nasional yang berlaga di Piala Dunia merupakan putra Tanjung Verde yang lahir di Portugal, Perancis, dan Belanda. Di tempa di akademi klub terkenal di Eropa.
Diaspora berbakat inilah yang di gabung dengan pemain terbaik klub-klub domestik: menjadi inti kekuatan Tanjung Verde. Jadi bukan program rekrutan instan, melainkan sesuatu program yang terencana dan terukur dengan baik.
Semoga kita dapat menarik pelajaran dari perjalanan fenomenal Kesebelasan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Viva Cabo Verde.
Penulis: 
Baca juga: Piala Dunia 2026 Resmi Pecahkan Rekor Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah
Piala Dunia 2026: 660 Triliun Rupiah Uang Mengalir















