Home / Bilogi / Fakta Unik

Rabu, 9 September 2026 - 18:54 WIB

Mengenal Celepuk: Si Burung Hantu Mungil Penjaga Ekosistem Indonesia

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Pernahkah kamu mendengar suara siulan misterius di tengah malam? Bisa jadi suara itu berasal dari celepuk. Burung hantu berukuran mini ini menyimpan beragam fakta unik yang membuatnya begitu istimewa di alam liar Indonesia.

Tubuh Kecil dengan Kemampuan Menyamar yang Hebat

Celepuk (Scops owl) memiliki ukuran tubuh yang tergolong mungil dibanding jenis burung hantu lainnya. Matanya yang bulat dan lebar tampak sangat mencolok. Menariknya, bulu celepuk yang dominan berwarna cokelat atau abu-abu bercorak lurik membuatnya sangat tangguh dalam berkamuflase. Saat bertengger diam di batang pohon, penampilannya langsung menyatu sempurna dengan warna kulit kayu.

Suara Panggilan Unik sebagai Identitas

Mengingat bentuk fisiknya yang sangat mirip antar-spesies, para ahli ornitologi sering kali mengenali jenis celepuk lewat suaranya. Setiap spesies memiliki nada panggilan tunggal yang khas. Karena sifatnya yang lebih sering bersembunyi di balik rindangnya pepohonan, kita akan lebih mudah mendengar suaranya ketimbang melihat wujudnya secara langsung.

Pengendali Hama Alami yang Tangguh

Meski bertubuh kecil, celepuk memegang peranan penting dalam rantai makanan. Burung ini aktif berburu pada malam hari dengan mengandalkan pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam. Mangsanya bervariasi, mulai dari serangga, kadal, hingga tikus kecil. Kehadiran celepuk secara alami membantu mengontrol populasi hewan pembawa hama di lingkungan sekitar.

Baca juga :   Pojok Sains: Fakta Puitis! Tubuh Kita Ternyata Terbuat dari Debu Bintang yang Meledak Miliaran Tahun Lalu

Kesetiaan pada Pasangan dan Sifat Monogami

Sisi menarik lainnya dari celepuk terletak pada pola reproduksinya. Celepuk menganut pola hidup monogami dan cenderung setia pada satu pasangan. Sebelum memasuki masa kawin, celepuk jantan akan gencar bernyanyi untuk menarik perhatian betina. Jantan juga kerap membawakan makanan sebagai bentuk pembuktian komitmen dan pendekatan.

Burung Hantu Sejati dari Keluarga Strigidae

Dalam klasifikasi biologi, celepuk tergolong sebagai burung hantu sejati (true owl) yang masuk ke dalam famili Strigidae dan genus Otus. Kelompok ini berbeda dengan keluarga serak (Tytonidae) yang identik dengan bentuk wajah menyerupai hati. Saat ini, genus Otus menjadi kelompok burung hantu terbesar di dunia dengan puluhan spesies yang sudah teridentifikasi.

Indonesia sebagai Surga Keberagaman Celepuk

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau terisolasi menjadi pemicu utama munculnya proses spesiasi. Hal ini melahirkan belasan jenis celepuk endemik yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain.

Baca juga :   Rahasia Alam: Bagaimana Pohon Tetap Bertahan di Tengah Kemarau Panjang?

Sesuai ketentuan Permen LHK No. 106 Tahun 2018, pemerintah melindungi setidaknya 12 spesies celepuk asli Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Celepuk flores (Otus alfredi)

  • Celepuk jawa (Otus angelinae)

  • Celepuk rinjani (Otus jolandae)

  • Celepuk siau (Otus siaoensis) — salah satu burung hantu terlangka di dunia yang terancam punah.

Selain jenis yang dilindungi tersebut, Indonesia juga menjadi rumah bagi celepuk reban (Otus lempiji), celepuk wallacea (Otus silvicola), dan celepuk merah (Otus rufescens).

Ancaman Kepunahan dan Mitos Miring

Sayangnya, populasi burung mungil ini terus menyusut. Alih fungsi hutan mengikis wilayah jelajah mereka yang amat spesifik. Selain perburuan liar untuk perdagangan burung sangkar, celepuk kerap menjadi korban persekusi akibat mitos mistis serta tuduhan keliru mengenai dugaan pemangsaan hewan ternak. Padahal, sifat alaminya sama sekali tidak cocok untuk dipelihara di dalam kandang.

Menjaga kelestarian celepuk berarti ikut merawat keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan kita. (Ad)

Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?
Pojok Sains: Kenapa Tulisan "Diskon 70%" Bikin Otak Kita Gak Bisa Mikir Jernih? Hati-hati Jebakan "Anchoring Bias" di Akhir Tahun!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Tulisan “Diskon 70%” Bikin Otak Kita Gak Bisa Mikir Jernih? Hati-hati Jebakan “Anchoring Bias” di Akhir Tahun!
Pojok Sains: Fenomena Hypnic Jerk, Kenapa Tubuh Sering 'Kaget' & Merasa Jatuh Saat Baru Terlelap?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Hypnic Jerk, Kenapa Tubuh Sering ‘Kaget’ & Merasa Jatuh Saat Baru Terlelap?
Pojok Sains: Kenapa Jari Jadi Keriput Setelah Mandi Lama? Ternyata Bukan Karena 'Masuk Angin'!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Jari Jadi Keriput Setelah Mandi Lama? Ternyata Bukan Karena ‘Masuk Angin’!
Kenapa Air Kelapa Disebut "Isotonik Alami"? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Artikel

Kenapa Air Kelapa Disebut “Isotonik Alami”? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Fakta Unik

Alasan Mengapa Semut Menggigit Manusia: Ternyata Bukan karena Manis!
Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi 'Kretek' Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi ‘Kretek’ Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

Fakta Unik

Mengenal Burung Paruh Kodok: Si Penyamar Ulung yang Sering Dikira Burung Hantu