Home / Kriminal

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:27 WIB

HARGA MELONJAK, PETANI KEBUN KOPI DI KERINCI SUNGAI PENUH RENTAN PENCURIAN . 

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Kerinci- Selain membuat petani bersukaria, lonjakan harga kopi di Provinsi Jambi pada musim panen kali ini juga turut memancing munculnya pencuri buah kopi. Kondisi itu menyebabkan para petani cemas. Bahkan, ada beberapa petani yang menjadi korban pencurian dengan kerugian jutaan rupiah.

Berdasarkan data yang dihimpun KoranSakti.co.id dari petani di sejumlah wilayah di Jambi. seperti Kota Sungai Penuh , dan Kabupaten Kerinci, harga kopi membumbung tinggi.

Bahkan kenaikan harga kopi kali ini mencapai 2 kali lipat dibanding tahun-tahun lalu, pada musim panen tiba harga kopi bisa mencapai Rp 60.000 – Rp 65.000 per kg.

Akan tetapi dibalik sukaria karena kenaikan harga , petani kopi juga cemas , hal itu disebab kan marak nya pencurian buah kopi di kebun-kebun .

Memasuki masa panen, kasus pencurian kopi di Kerinci meningkat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kasus pencurian kopi di kebun petani menjadi momok saat panen raya tiba.

Baca juga :   Dalam Rangka Memperingati HUT TNI KE 79, Dandim 0417/Kerinci Pimpin Ziarah Rombongan Di TMP.

Mengantisipasi hal tersebut, beberapa petani mulai berjaga di kebun. Hal tersebut diharap mampu memperkecil ruang gerak maling kopi melancarkan aksinya.

“Wajib jaga. Dua hari lalu, kebun petani di sebelah kebun saya digasak maling. Kopi-kopi yang mau dipanen duluan dipetik maling,” ungkap petani kopi Di Kerinci , Jumat (14/02/2025)

Kata Seorang petani berinisial M , tiap masa panen tiba, dirinya selalu berjaga di kebun. Hal tersebut dilakukan karena sekitaran kebunnya rentan didatangi maling kopi.

Letak kebunnya yang cukup jauh dari keramaian membuatnya was-was saat musim panen tiba.

Kadang selepas magrib, aksi pencurian baru di lancarkan.

Saat ini, pencuri kopi sudah mulai pintar. Ada pencuri yang membawa lari karung berisi kopi merah yang baru saja dikumpulkan / dipetik oleh pemilik kebun atau buruh pemetik kopi. Dan juga ada pencuri yang memetik langsung buah kopi tersebut dari batang pohonnya .

Baca juga :   Ketua DPRD H. Fajran Hadiri Penutupan Seni Budaya 9 Luhah Koto Baru

“Ada juga maling kopi yang melancarkan aksinya di tengah kebun. Bagian pinggir sengaja tidak dipetik agar tidak membuat curiga orang-orang lewat,” tambahnya.

Sebagian pencuri beraksi sendirian tetapi ada juga yang berkelompok , sebagian pencuri itu bukan warga disekitar kebun tersebut, akan tetapi pencuri itu banyak juga yang dari sekitaran perkebunan itu saja.

Dan yang na’asnya lagi pencuri tersebut kerap kali meninggalkan jejak berupa wadah penyimpanan barang atau yang disebut dengan (Jangki), dan juga berupa karung yang tertinggal tercecer didalam kebun petani tersebut.

Petani kopi beriniasial M berharap, petani-petani kopi lainnya lebih waspada saat musim panen tiba. Keadaan ekonomi yang sulit saat ini membuat kasus pencurian kopi meningkat. Hal tersebut tentu berakibat buruk bagi petani disela-sela produktifitas kopi yang jauh menurun musim ini. (Oea)

Berita ini 213 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kerinci

BRI Unit Kayu Aro Kebobolan, Uang 8,7 Milyar Rupiah Digasak Pimpinan 

Dinamika

Bawas MA Diminta Segera Periksa Ketua PN Denpasar Akte No. 2 PK Lie Herman, Terkait Tanah Ungasan Bali

Hukum

Pelaku Pemukul Karyawan Zaskia Adya Mecca Ternyata Oknum Anggota TNI Aktif

Kriminal

Kejari Karimun Limpahkan Berkas & Tersangka Dugaan Tipikor

Daerah

Mantan Calon DPD RI Asal Kerinci Ditahan Polresta Jambi

Kriminal

Tak Terima Anaknya Di Fitnah Nikah Siri Dengan Ahmadi Zubir, Pemilik Media Kota Akan di Polisikan 

Hukum

Fakta Tragedi Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, 3 Orang Tewas

Kerinci

Popo Barbie Tiktoker Nekad Melakukan Masturbasi Dengan Maniken Dan Disebar Ke Medsos Akhirnya Ditangkap Polisi