Home / Artikel

Senin, 17 Februari 2025 - 04:12 WIB

MACAN ITU JANGAN CUMA MENGAUM TAPI HARUS MENERKAM, BARU BOLEH NGAKU RAJA HUTAN.

koransakti - Penulis

Oleh :Dedi Asikin

Koran Sakti.co.id- Dalam beberapa pidato, presiden Prabowo berkali kali menyampaikan rasa geram terhadap para koruptor yang tiada sadar sadarnya, maling uang rakyat.

Dalam dua pidato dalam cara besar belakangan ini , (Ultah NU dan dan Ultah dan penutupan Rapimnas dan KLB partai Gerindra), macan Asia itu kembali mengaum kegeraman.

Di acara partai yang dibuat dan dipimpinnya itu presiden menyebutkan monyet monyet itu ndableg.

Mereka tak sadar sadarnya walaupun telah diminta baik baik, kembalikan hasil maling itu kepada rakyat.

“Hai Jaksa Agung, BPKP, KPK tangkap mereka !

Kita tinggal menunggu besok lusa apakah APH (Aparat Penegak Hukum) serta merta bergerak sesuai komando.

Tapi teman teman saya di grup Diskusi Ngadu Bako skeptis itu akan terjadi. Artinya pengejaran ” monyet monyet” segera dilakukan secara signifikan.

Kalau itu terjadi, perburuan itu akan membuat negeri ini hiruk pikuk.

Baca juga :   MAHBUB DJUNAIDI SI BURUNG PARKIT DI KANDANG MACAN MENGKRITIK DENGAN TABIK

Berita OTT atau penetapan tersangka akan terdengar setiap hari.

Banyak kasus-kasus yang belum ditangani secara menyeluruh. Kasus Timah, kasus Jiwasraya, Taspen, dll.

Investasi Bodong

Satu lagi hal yang belum terungkap secara luas adalah kasus Investasi Bodong.

Kasus itu terjadi sekitar tahun 2021. Puluhan ribu orang tertipu dengan menyerahkan uang mereka kepada sejumlah perusahaan dengan dalih untuk investasi, dengan iming iming keuntungan yang menggiurkan.

Setelah terbukti bahwa itu cuma penipuan, pihak berwajib telah memblokir ratusan rekening mereka dengan nilai ratusan triliun.

PPATK saja mengaku telah memblokir 1.278 akun dengan nominal Rp.139 trilyun. Diluar itu ada akun PT DNA PRO disita Kementrian Perdagangan dan diblokir dari BCA sebesar Rp.22 trilyun.

Herannya dana itu, dalam posisi blokir, lenyap tak jelas belantaranya.

Jika benar presiden Prabowo berpihak dan akan membela rakyat, dengan berteriak lantang, rela mati untuk negara dan rakyat , ia juga harus menyelesaikan kasus itu. Itu menyangkut penderitaan ratusan ribu rakyat dengan nilai ratusan triliun.

Baca juga :   Pilu Tragedi Sailan Jambi dan Kearifan Kejaksaan Tinggi

Rembuk Komponen Angkatan 66 telah mencoba lapor ke wapres melalui program “lapor mas wapres” tapi tidak ada kelanjutan yang jelas.

Kejaksaan Agung yang ditugasi wapres menyelesaikan masalah itu tidak berhasil menyelesaikan masalah itu. Pendek kata program lapor wapres itu tidak sepenuhnya efektif.

“Ngabuntut Bangkong” kata Thomas Sitepu, Batak yang pinter berbahasa Sunda.

Ketua Rembuk Komponen Angkatan 66 mengaku mau mencoba lapor langsung ke presiden Prabowo.

Presiden Prabowo sekarang memang satu satunya harapan semua orang.

Macan itu jangan cuma mengaum tapi harus menerkam.

Baru dia bisa disebut raja hutan.

Baru monyet monyet pada takut.

Koruptor itu buat apa disuruh tobat, suruh makan tomat kali, kata si Cecep Juhanda.***

Berita ini 129 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Terkumpul Hingga Miliaran, Lazisnu Kabupaten Bandung Diarahkan Mencontoh Lazisnu Kabupaten Cilacap
Mulut Bau Asam Jam 12 Siang, Bolehkah Sikat Gigi Pakai Odol? Cek Hukum Sikat Gigi, Ngupil, & Korek Kuping Saat Puasa Biar Nggak Batal!

Agama

Mulut Bau Asam Jam 12 Siang, Bolehkah Sikat Gigi Pakai Odol? Cek Hukum Sikat Gigi, Ngupil, & Korek Kuping Saat Puasa Biar Nggak Batal!

Artikel

Kontroversi Piala Dunia : Mesir dirugikan wasit dan Keberuntungan Argentina

Artikel

HARI DESA NASIONAL LEBIH BAIK TERLAMBAT DARI PADA TIDAK IBARAT SHALAT ASHAR JAM 17.30 DARI PADA TIDAK ?

Artikel

PENDIRI KERAJAAN MAJAPAHIT TERNYATA URANG SUNDA
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Artikel

Wartawan Itu Dilahirkan dan Dijadikan
Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi 2026 di Coretax, Cek Panduan Lengkapnya!

Artikel

Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi 2026 di Coretax, Cek Panduan Lengkapnya!

Artikel

DJIAUW KIE SIONG JANGAN DILUPAKAN