Home / Internasional / Politik

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:49 WIB

Bangladesh Umumkan Rencana 7 Poin untuk Lindungi Pengungsi Rohingya di PBB

koransakti - Penulis

Ilustrasi (Foto: Aliansi jurnalis Independen)

Ilustrasi (Foto: Aliansi jurnalis Independen)

koransakti.co.id – Pemerintah Bangladesh meluncurkan rencana tujuh poin yang komprehensif untuk melindungi para pengungsi Rohingya. Penasihat Utama Pemerintah Bangladesh, Muhammad Yunus, mengumumkan rencana ini dalam sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York yang membahas krisis minoritas Muslim tersebut, Selasa (30/9).

Dalam pidatonya, peraih Nobel Perdamaian ini menyerukan perhatian dunia untuk kembali fokus pada penderitaan etnis Rohingya yang menurutnya semakin berkurang akibat krisis-krisis besar lainnya.

Krisis yang Terlupakan dan Beban Bangladesh

Yunus menyoroti bahwa delapan tahun sejak genosida dimulai, penderitaan Rohingya masih terus berlanjut sementara pendanaan internasional untuk mereka menghadapi kekurangan yang mengkhawatirkan.

Baca juga :   Kondisi Kemanusiaan Palestina, Sudan, dan Ukraina Memburuk, PBB Serukan Akses dan Perlindungan

“Dunia tidak dapat membiarkan Rohingya menunggu lebih lama lagi untuk kembali ke rumah,” tegas Yunus.

Ia menjelaskan bahwa Bangladesh, yang menampung sekitar 1,3 juta pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, telah menjadi “korban” dari krisis ini. Negaranya terpaksa menanggung kerugian finansial, sosial, dan lingkungan yang sangat besar, termasuk menghadapi ancaman kriminalitas seperti penyelundupan narkoba dari wilayah Rakhine.

Tujuh Poin Usulan Bangladesh

Karena krisis ini berasal dari Myanmar, Yunus menegaskan solusinya harus berada di sana. Untuk itu, ia mengusulkan tujuh langkah konkret yang harus diambil oleh komunitas internasional:

  1. Menyusun peta jalan yang praktis untuk repatriasi Rohingya secara aman dan bermartabat.
  2. Memberikan tekanan yang efektif kepada Myanmar dan Tentara Arakan untuk menghentikan kekerasan.
  3. Menggalang dukungan internasional untuk menstabilkan kondisi di Rakhine.
  4. Menempatkan kehadiran sipil internasional di Rakhine untuk memantau proses stabilisasi.
  5. Memenuhi pendanaan secara penuh untuk rencana respons bersama kemanusiaan.
  6. Mewujudkan akuntabilitas dan keadilan restoratif bagi para korban.
  7. Memberantas kejahatan lintas batas, termasuk ekonomi narkotika yang berkembang di wilayah tersebut.
Baca juga :   Charlie Kirk Tewas Ditembak, Trump Salahkan Retorika 'Kiri Radikal'

“Hari ini, mari kita berjanji untuk bertindak bersama guna menyelesaikan krisis ini untuk selamanya,” desak Yunus dalam penutup pidatonya, menyerukan aksi nyata dari komunitas global.

Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

Internasional

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

Internasional

Mogok Massal Pramugari Air Canada Berlanjut, Ribuan Penumpang Terlantar di Bandara Toronto

Internasional

Panglima TNI dan Menhan RI Perkuat Kerja Sama Pertahanan Dengan Vietnam

Politik

Dukungan Kepada AZFER Terus Mengalir, Lima Koto Solid Dukung Ahmadi Zubir-Ferry Satria
Sosok Asif Aziz: Miliarder Properti yang Mengubah Ikon London Menjadi Ruang Ibadah

Inspiratif

Sosok Asif Aziz: Miliarder Properti yang Mengubah Ikon London Menjadi Ruang Ibadah

Daerah

HUT RI Ke-78, DPC Partai Demokrat Kota Sungai Penuh Sumbang Hadiah Perlombaan

Politik

Lautan Manusia Padati Blusukan dan Kampanye AZ-FER di Kecamatan Pesisir Bukit

Breaking news

Pelantikan Tim Pemenangan AZ-FER Dibanjiri Massa