Home / Internasional / Lingkungan

Senin, 1 September 2025 - 22:29 WIB

Unik Tapi Penting: Australia Selatan Resmi Larang Botol Kecap Ikan Plastik

koransakti - Penulis

WELLINGTON, SELANDIA BARU – Sebuah aturan unik mulai berlaku di negara bagian Australia Selatan. Mulai hari Senin (1/9/2025), pemerintah resmi melarang peredaran botol kecap asin plastik kecil yang berbentuk ikan. Botol imut ini sangat populer di kalangan pecinta sushi.

Meskipun terlihat sepele, pemerintah menganggap wadah kecil ini sebagai ancaman serius bagi lingkungan. Australia Selatan menjadi wilayah pertama di Australia yang menerapkan larangan spesifik terhadap produk ini sebagai bagian dari inisiatif anti-sampah plastik yang lebih luas.

Mengapa Botol Ikan Kecil Ini Dilarang?

Pemerintah Australia Selatan memiliki alasan kuat untuk menargetkan botol ikan ini. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya menjadi masalah lingkungan yang signifikan.

“Botol-botol kecil ini sangat mudah jatuh, tertiup angin, atau tersapu ke selokan,” kata Wakil Perdana Menteri Australia Selatan, Susan Close, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :   Jane Goodall, Ilmuwan yang Mengubah Dunia, Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun

Ia menjelaskan, bahkan jika dibuang ke tempat sampah daur ulang, ukurannya yang terlalu kecil tidak dapat ditangkap oleh mesin penyortiran. Akibatnya, botol-botol ini sering berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau mencemari lingkungan. Di lautan, biota laut bisa salah mengiranya sebagai makanan.

Sebagai gantinya, restoran kini diwajibkan menggunakan botol yang lebih besar, wadah isi ulang, atau alternatif sekali pakai lain yang lebih ramah lingkungan seperti saset.

Langkah Progresif Australia Selatan Melawan Sampah Plastik

Larangan ini adalah bagian dari kebijakan anti-plastik paling komprehensif di Australia. Perang melawan sampah plastik di Australia Selatan dimulai sejak 2009. Saat itu, mereka menjadi negara bagian pertama yang melarang kantong plastik sekali pakai.

Sejak itu, daftar barang yang dilarang terus bertambah. Beberapa di antaranya termasuk alat makan plastik, sedotan, banyak jenis kemasan makanan, gelas kopi sekali pakai, batang balon, konfeti, dan cotton bud.

Baca juga :   Mengapa Hutan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!

Masalah Global Sampah Plastik

Langkah yang diambil Australia Selatan ini menyoroti masalah sampah plastik global yang semakin parah. Menurut Program Lingkungan PBB (UNEP), setiap hari, sampah plastik setara dengan muatan 2.000 truk sampah dibuang ke lautan, sungai, dan danau di dunia.

Sangat sedikit plastik yang benar-benar didaur ulang. Sekitar 85% plastik sekali pakai berakhir di TPA atau salah urus. Ironisnya, upaya untuk menciptakan perjanjian polusi plastik global yang mengikat baru saja gagal mencapai konsensus pada bulan Agustus lalu.

Meskipun larangan botol kecap ikan ini tampak kecil, ini adalah contoh tindakan nyata di tingkat lokal untuk mengatasi krisis lingkungan global.

Berita ini 44 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Rapat Koordinasi Pengelolaan Persampahan, Wako Alfin : Pentingnya Kebersamaan Kita
Dominasi London Utara: Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 di Debut Pahit Igor Tudor

Internasional

Dominasi London Utara: Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 di Debut Pahit Igor Tudor

Internasional

Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu

Internasional

4 Tewas dalam Serangan Penembakan dan Pembakaran Gereja di Michigan

Ekonomi

Simulasi Luhut: Tarif Trump 19% Bisa Dongkrak Ekonomi RI

Internasional

Sanae Takaichi Terpilih Jadi Pemimpin Wanita Pertama Jepang

Breaking news

Memperingati 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika, 14 Duta Besar Afrika Berkunjung Ke Bandung

Internasional

Paus Leo XIV Soroti Etika Kecerdasan Buatan dalam Pidato Perdananya