Home / Life / Lingkungan

Senin, 11 Mei 2026 - 06:23 WIB

Mengapa Hutan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Hampir semua orang tahu bahwa hutan adalah “paru-paru dunia”, tapi jarang yang menyadari betapa harfiahnya istilah tersebut. Layaknya organ vital dalam tubuh, hutan bekerja tanpa henti memproses udara agar layak kita hirup. Hubungan timbal balik antara manusia dan pohon menciptakan sistem pendukung kehidupan yang paling canggih di planet ini.

Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme hutan dalam menjaga napas dunia tetap segar? Berikut adalah alasan kuat di baliknya:

1. Mesin Alami Penyerap Karbon Dioksida

Jika manusia membuang karbon dioksida ($CO_2$) saat mengembuskan napas, hutan justru “memakannya”. Melalui lubang-lubang kecil di daun yang disebut stomata, pepohonan menyedot emisi karbon dari atmosfer.

Proses fotosintesis mengubah gas yang memicu pemanasan global ini menjadi cadangan energi bagi pohon. Hebatnya, hutan mampu menyerap sekitar dua miliar ton $CO_2$ setiap tahunnya. Hutan hujan tropis di Amazon, Kongo, dan Asia Tenggara menjadi garda terdepan dalam misi penyelamatan iklim ini.

Baca juga :   Unik Tapi Penting: Australia Selatan Resmi Larang Botol Kecap Ikan Plastik

2. Pabrik Oksigen Raksasa

Sambil menyimpan karbon, hutan melepaskan oksigen sebagai produk sampingan dari fotosintesis. Meski fitoplankton di laut menyumbang porsi oksigen terbesar, hutan tetap menyuplai sekitar 28% oksigen dunia.

Kualitas dan kuantitas oksigen ini sangat bergantung pada kesehatan hutan. Pohon-pohon tua dan rimbun memproduksi oksigen jauh lebih efektif dibandingkan bibit muda. Inilah alasan mengapa udara di sekitar kawasan hutan selalu terasa lebih sejuk dan melegakan.

3. Benteng Pertahanan Melawan Krisis Iklim

Tanpa hutan, Bumi akan kehilangan filter udaranya. Ketidakhadiran pohon membuat gas rumah kaca menumpuk bebas di atmosfer, yang memicu lonjakan suhu global. Akibatnya fatal: gelombang panas yang membakar, kekeringan panjang, hingga mencairnya es di kutub. Hutan bukan hanya penghasil udara, tapi juga pengatur suhu yang mencegah Bumi “demam” lebih parah.

Baca juga :   Ubah Nasib Finansial: 6 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Bermental Kaya

4. Ancaman Nyata: Saat Paru-Paru Dunia Terluka

Sayangnya, aktivitas deforestasi atau penggundulan hutan terus menggerogoti organ vital ini. Ketika pohon ditebang atau dibakar, karbon yang telah mereka simpan selama ratusan tahun terlepas kembali ke udara secara massal.

Data menunjukkan bahwa dunia kehilangan jutaan hektare hutan setiap tahunnya. Jika tren ini berlanjut, kita tidak hanya kehilangan pemandangan hijau, tetapi juga kehilangan jaminan kesehatan bagi sistem pernapasan global. Menjaga hutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat mutlak agar Bumi tetap layak huni bagi generasi mendatang. (asep)

Baca juga: Bumi Semakin Membara: 10 Fakta Tak Terbantahkan Bahwa Pemanasan Global Bukan Sekadar Isu

Pojok Sains: Hutan Ternyata Punya “Internet” Bawah Tanah! Mengungkap Cara Pohon Berbicara dan Saling Menolong

Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Dibalik Khasiat Medisnya, Tanaman Kumis Kucing Ternyata Ampuh Bikin Kulit Glowing!

CSR

Pertamina Dorong Desa Energi Mandiri Lewat Program Berbasis Energi Terbarukan
Kalender Maret 2026: Jadwal Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Life

Kalender Maret 2026: Jadwal Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Kesehatan

10 Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil Muda

Internasional

Selamatkan Burung Langka, Drone Jatuhkan Jutaan Nyamuk di Hutan Hawaii
Perangi Spesies Invasif: Gubernur Pramono Instruksikan Pembasmian Massal Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

Jakarta

Perangi Spesies Invasif: Gubernur Pramono Instruksikan Pembasmian Massal Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

Life

Ubah Nasib Finansial: 6 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Bermental Kaya

Jakarta

Hadiri Festival Nyepi di Bundaran HI, Wagub Rano: Perkuat Toleransi dan Keharmonisan Umat