Home / Artikel

Selasa, 25 Maret 2025 - 19:11 WIB

BAU TENTARA DI KABINET MERAH PUTIH 

koransakti - Penulis

DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil bukan main main tampaknya.

Terjadi dimana mana dan terus menerus.

Hampir sebesar demo tahun 2021 menentang UU Omnibus alias Cipta Kerja.

Yang disoal kali ini adalah revisi UU TNI.

Ada yang bilang kita akan kembali ke zaman DWI FUNGSI ABRI.

Ada yang bertanya apakah reformasi sudah mati ?

Kalaupun tidak mati, kecolongan pasti.

Salah satu tuntutan reformasi adalah dihapusnya Dwi Fungsi ABRI itu.

Politik yang ditanam Orde Baru itu telah menutup kesempatan bagi orang sipil untuk berkembang.

Dulu anak anak lulus SMA ramai ramai masuk AKABRI.

Mereka sebut sekolah tentara itu sekolah Bupati, juga sekolah gubernur. Bahkan presiden.

Maka itu berbarengan dengan gerakan reformasi, mereka juga tuntut penghapusan Dwi Fungsi ABRI itu. Dan berhasil. Pasca 1998, tentara kembali ke barak.

Baca juga :   HAJI SUPRANATURAL KE MEKAH LEWAT LOBANG GOA SEBUAH KAROMAH ?

Eh sekarang sudah bukan pertanda lagi. Revisi UU 34 tahun 2004 sudah ketuk palu. Bela belain sidangnya nyumput disebuah hotel (mewah).

Tak peduli mahasiswa dan civil society mengepungnya.

Biarlah polisi menyemprotkan Water Cannon atau kalau perlu gas air mata.

Sebenarnya siapa yang diuntungkan dengan perubahan UU itu.

Ada yang bilang TNI lah tentu.

Pasal 39 UU itu memang cuma dibikin koma.

Aslinya tetap menyebut anggota TNI yang mau masuk lembaga sipil harus mengundurkan diri, sekarang pakai koma, kecuali untuk 14 instansi/lembaga, disebutlah itu satu persatu namanya.

Yang tampak ngebet ingin TNI masuk ya pemerintah (eksekutif). Malahan sebelum RUU itu disyahkan, pemerintah sudah lebih dulu membuat pelanggan.Salah duanya Sekretaris kabinet Teddi Indra Wijaya. Bukan disuruh mundur, malah pangkatnya dinaikan.

Baca juga :   NAIK ANGKOT SAJA

Yang satunya lagi, ini mah cuma contoh, kepala Bulog Mayjen Novi Helmi Prasetyo.

Apalagi kalau sudah disyahkan. Nanti ngaburudul geura,kata Cecep Juhanda di grup Diskusi Ngadu Bako.

Ada yang bilang TNI sangat diuntungkan. Kata Wisnu Wardhana SH MH, management TNI itu buruk. Terlalu banyak perwira yang tidak kebagian jabatan. Maka mereka diparkirkan di jabatan sivil.

Ini namanya enak di emen gak enak di Imin, ceketuk Sultan Syahid.

Ini mah bukan aroma tentara di tubuh Kabinet Merah Putih lagi atuh. Ini mah sudah bau tentara atuh kang, Iwan BK mengingatkan tulisan saya beberapa waktu lalu berjudul “Ada aroma tentara di kabinet Merah Putih”.

DPR konslet lagi.

Mereka kembali tak peduli rakyat pemberi daulat.

Demokrasi tak dihargai, reformasi terancam mati. Innalillahi.***

Berita ini 116 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

KIYAI POLITIK, POLITIK KIYAI LAYU SEBELUM BERKEMBANG 

Artikel

TAK USAH KE ARIZONA ADA TONJONG CANYON DI CIPATUJAH

Artikel

Fragmentasi Geoekonomi dan Krisis Energi Global: Kontribusi Keuangan Syariah

Artikel

Rezeki Dari Allah 180 Santri Dhuafa Gratis di Pontren Darul Inayah

Artikel

Purba Sangka dan Purbakala Kampanye Pilkada
Review & Cara Dapat Uang dari TikTok Lite 2025: Nonton Video, Cair ke DANA (Lebih Cuan?)

Artikel

Review TikTok Lite 2026: Versi Ringan, Cuan Lebih Kencang! Scroll Video Pendek Dibayar Saldo DANA (Hemat Kuota)

Artikel

Minuman Alami untuk Atasi Sembelit, Ampuh dan Mudah Dibuat di Rumah

Artikel

KEJAHATAN ITU TAK BISA HILANG  ITU CIPTAAN ALLAH MERUPAKAN HUKUM PERIMBANGAN